https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Contoh Pendapatan Asli Daerah, DPRD Bukittinggi Silaturahmi ke DPRD Sleman

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassindonesianews.com Rombongan anggota DPRD Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), bersilaturahmi ke DPRD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Selasa 29 Juli 2025.

Kedatangan 18 orang anggota DPRD Kota Bukittinggi ini, dipimpin lansung oleh Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Syaiful Efendi.

Ia mengatakan kami ke DPRD Kabupaten Sleman ini, adalah kunjungan kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bukittinggi terkait pembahasan Kupa PPS perubahan tahun 2025,” ujar Syaiful saat beri keterangan kepada awak media. Lanjutnya, yang kita bahas adalah semacam akselerasi percepatan pembahasan Kupa dan PPS perubahan, kemudian strategi didalam meningkatkan pendapatan hasil daerah. Lalu bagaimana mengakomodir apa yang menjadi visi dan misi Kepala Daerah serta yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto dan seperti dalam SE Menteri Dalam Negeri (Menagri).

Ia menyebut kunjungan ini untuk mencari setengah pembahasan itu, ada istilah kunjungan dalam kunjungan itu bertujuan seperti yang kita sampaikan dalam rangka mencari referensi. Kemudian sharing ya seperti yang tadi kita katakan akselerasi, atau percepatan pembahasan gitu.

Lalu bagaimana strategi meningkatkan pendapatan akselerasi daerah, karena memang kalau kita melihat Kabupaten Sleman itu ada 1,2 triliun PAD nya karena memang di dominasi oleh hotel dan restoran.

Dalam hal in, Bukittinggi kan punya kesamaan karena Bukittinggi untuk pajak mungkin banyak dari pajak hotel dan restoran. Tentu kita berharap apa trik – trik nya, memang itu juga bisa kita terapkan di Kota Bukittinggi.

Harapan kami kedepannya dengan adanya kunungan ini, tentu kita berharap pertama terjalin silaturahmi yang baik antara Bukittinggi dengan Kabupaten Sleman. Yang kedua tentu ada hal yang positif yang terdapat di Kabupaten Sleman, tentunya untuk bisa pula kita duplikasi kita contoh dan kita terapkan di Kota Bukittinggi,” tutup Syaiful.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *