https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Menanam Asa, Merawat Cita: LAZ Batam Perjuangkan Pendidikan Anak Yatim dan Dhuafa Lewat Beasiswa dan Pembinaan Berkelanjutan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompasindonesianews.comBatam, Juli 2025 — Dalam lanskap sosial yang penuh tantangan, masih ada lembaga yang setia menjaga cahaya harapan bagi anak-anak yang nyaris tak bersuara. Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam kembali menegaskan peran strategisnya dalam membangun masa depan generasi muda kurang mampu, dengan terus menggulirkan program beasiswa rutin bagi ratusan anak yatim dan dhuafa yang tersebar di berbagai pelosok kota Batam.

Program beasiswa ini tidak sekadar menjadi jaring penyelamat bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tetap bisa melanjutkan pendidikan. Lebih dari itu, LAZ Batam menghadirkan pendekatan menyeluruh yang mencakup aspek spiritual, emosional, dan intelektual dalam proses pendampingan anak-anak asuhnya. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas atau sederajat, para penerima manfaat mendapatkan dukungan finansial sekaligus pembinaan berkelanjutan yang mencakup pendidikan agama, bimbingan belajar, hingga pelatihan karakter.

“Pendidikan adalah hak semua anak, bukan hanya mereka yang mampu secara materi. Di balik keterbatasan anak-anak asuh kami, ada potensi besar yang layak diperjuangkan,” ujar Ketua LAZ Batam, Syarif, dalam keterangannya. Ia menegaskan bahwa program ini dapat terus berjalan berkat dukungan luar biasa dari para donatur yang tergabung dalam Gerakan Orang Tua Asuh.

Program Orang Tua Asuh merupakan jembatan antara para dermawan dengan anak-anak yang membutuhkan bantuan pendidikan. Donatur tidak hanya memberi bantuan finansial, tetapi juga secara tidak langsung menjadi teladan dan penopang moral bagi anak-anak yang mereka bantu. “Kami percaya, ketika satu anak terbantu pendidikannya, kita sedang menanam satu benih perubahan untuk masa depan bangsa,” tambah Syarif.

Dalam setiap kegiatan penyaluran beasiswa, LAZ Batam turut menyisipkan sesi pembinaan yang mendalam. Anak-anak diajak untuk memahami nilai-nilai keislaman, mengasah kemampuan belajar, dan membangun rasa percaya diri. Pendekatan ini menjadi bagian dari misi jangka panjang LAZ Batam untuk mencetak generasi yang bukan hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Para anak asuh pun menyambut program ini dengan penuh semangat. Bagi mereka, beasiswa bukan hanya soal bantuan dana, tetapi juga bentuk nyata bahwa mereka tidak sendiri. Bahwa masih ada orang-orang baik yang peduli dan ingin melihat mereka tumbuh, berkembang, dan sukses menembus batas keterbatasan.

Salah satu anak penerima manfaat, Fadhila, siswi kelas 9, menyampaikan rasa syukurnya. “Sebelumnya saya hampir berhenti sekolah karena orang tua tidak mampu bayar uang seragam dan buku. Tapi LAZ Batam datang di saat kami sangat membutuhkan. Saya sekarang bisa fokus belajar dan ingin jadi guru suatu hari nanti,” tuturnya dengan mata berbinar.

Menutup penjelasannya, Syarif kembali mengajak masyarakat luas untuk ikut bergabung dalam Gerakan Orang Tua Asuh. Menurutnya, inilah saat yang tepat untuk menanam amal jariyah yang manfaatnya tak akan terputus meski waktu berlalu. “Kita tidak tahu, mungkin dari bantuan kecil yang kita berikan hari ini, lahir pemimpin besar, dokter, guru, atau ilmuwan yang memberi manfaat luas di masa depan,” katanya.

Bagi masyarakat yang ingin ikut ambil bagian, dapat menghubungi langsung kantor LAZ Batam atau mendaftar melalui tautan resmi: https://bit.ly/Gerakanorangtuaasuh.

Di tengah kerasnya hidup, LAZ Batam hadir sebagai peneduh. Menjadi jembatan antara harapan dan kenyataan. Karena sejatinya, membangun bangsa dimulai dari keberanian memberi kesempatan, sekecil apa pun, kepada anak-anak yang selama ini nyaris terlupakan. (Nursalim Turatea).

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *