KUANTAN SINGINGI –kompassindonesianews.com – Malam penutupan Festival Pacu Jalur 2025 di Taman Jalur Teluk Kuantan, Minggu (24/8/2025), berlangsung penuh warna. Ribuan warga berbondong-bondong memadati tepi Sungai Kuantan untuk menyaksikan puncak acara yang dipadukan antara tradisi dan hiburan modern.
Suasana makin semarak ketika lampu sorot berwarna-warni menerangi panggung utama yang berdiri megah dengan ornamen melayu. Acara dibuka dengan tarian kolosal dari puluhan penari, menghadirkan gerakan dinamis namun tetap sarat dengan kekuatan budaya. Tepuk tangan panjang penonton menjadi bukti bahwa karya seni lokal masih mampu memikat hati generasi sekarang.
Puncak kegembiraan pecah saat rapper internasional Melly Mike naik ke panggung. Membawakan lagu-lagu andalannya, termasuk “Young Black & Rich”, ia sukses membuat penonton bergoyang bersama. Kolaborasi dengan tarian kreatif “Aura Farming Pacu Jalur” menambah kesan modern sekaligus menunjukkan bahwa tradisi mampu bersanding indah dengan perkembangan zaman.
Tak hanya menghibur, Melly Mike juga membangun kedekatan dengan masyarakat. Ia turun dari panggung, menyapa warga, lalu menyebut salam khas Pacu Jalur, “Salam Kayuah!” yang disambut sorakan riuh. Dalam sambutannya, ia menegaskan betapa hangatnya sambutan masyarakat Kuansing. “Saya merasa seperti pulang ke rumah sendiri di sini. Kebaikan dan senyum warga membuat saya tidak merasa asing,” ucapnya penuh rasa haru.
Warga yang hadir pun mengaku bangga dan terharu. “Festival tahun ini benar-benar luar biasa. Apalagi bisa menyaksikan langsung penampilan Melly Mike, yang biasanya hanya kita lihat di layar kaca,” kata Randi (32), warga Teluk Kuantan.
Sementara itu, Yuliana (27), warga Hulu Kuantan, menyebut festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bukti bahwa budaya pacu jalur semakin dikenal luas. “Kami bangga karena tradisi daerah bisa dipadukan dengan hiburan modern, dan hasilnya sangat memukau,” ujarnya.
Festival Pacu Jalur 2025 pun ditutup dengan pesan bahwa budaya bukan hanya diwariskan, tetapi juga bisa dikembangkan agar tetap hidup di tengah generasi muda.
Penulis Harry















