https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Anggota DPR RI Imas Aan Ubudiah Hadiri Pelantikan Fatayat NU Garut Periode 2025–2030, Tegaskan Peran Strategis NU di Tengah Masyarakat

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Garut, Kompassindonesianews.com Suasana khidmat menyelimuti prosesi pelantikan Pengurus Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) masa khidmat 2025–2030. Acara yang berlangsung di Gedung Pendopo penuh kekeluargaan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi keagamaan dalam menjaga persatuan umat dan membangun karakter generasi penerus bangsa.Minggu 7 Desember 2025.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPR RI komisi VI Fraksi PKB Imas Aan Ubudiah yang turut memberikan dukungan moril kepada para pengurus yang baru saja dilantik. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Imas berharap kepengurusan Fatayat NU Garut menjadi wadah pengembangan potensi perempuan muda NU, memperluas jejaring, serta melahirkan program-program inovatif yang berdampak nyata. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan produktif bagi perempuan.

“NU adalah benteng akhlak dan persatuan umat. Fatayat NU diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam pembinaan generasi muda agar tetap berpegang pada nilai agama dan cinta tanah air,” ungkapnya.

Acara tersebut juga dihadiri berbagai tokoh penting, mulai dari unsur legislatif hingga jajaran pengurus NU. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Aceng Malki, Wakil Ketua DPRD Garut H. Subhan Fahmi, serta Anggota DPRD Garut yang juga Ketua Fraksi PKB, Luqi S. Farindani. Pelantikan turut disaksikan Ketua Tanfidziyah PCNU Garut KH. Atjeng Abdul Wahid dan jajaran tokoh NU lainnya.

Prosesi pelantikan berlangsung lancar dan ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan agar kepengurusan baru amanah dalam menjalankan tugas dan pengabdian.

Momentum pelantikan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi awal baru untuk memperkuat peran Fatayat NU sebagai wadah kebersamaan, dakwah, dan pemberdayaan umat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

(D Hendar)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *