https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

22 Orang Tewas dalam Kebakaran Besar Gedung Terra Drone Kemayoran, Petugas Fokus Tembus Lantai Enam

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Jakarta, Kompassindonesianews.comKebakaran hebat yang melanda Gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025), menorehkan duka mendalam. Insiden tersebut menyebabkan 22 orang meninggal dunia, yang terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan. Para korban ditemukan di sejumlah ruangan yang telah dipenuhi asap pekat, membuat proses identifikasi serta evakuasi berjalan sangat berhati-hati.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa tim penyelamat masih berupaya menembus area lantai enam gedung, yang menjadi lokasi paling sulit dijangkau. Asap yang sangat tebal serta suhu yang masih panas membuat personel harus menggunakan peralatan keselamatan lengkap dan bergerak secara perlahan untuk menghindari risiko tambahan di dalam gedung.

“Lantai enam merupakan titik yang cukup berat untuk dievakuasi. Visibilitas hampir nol karena asap yang begitu pekat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa banyaknya sekat ruangan membuat asap terperangkap sehingga menyulitkan proses pencarian korban.

Dalam proses pemadaman, 28 unit mobil pemadam kebakaran dan lebih dari 100 personel dikerahkan ke lokasi. Upaya pemadaman sempat terhambat karena api cepat menyebar melalui instalasi gedung dan material yang mudah terbakar. Petugas juga harus mengoperasikan alat ventilasi untuk mempercepat pembuangan asap dari dalam ruangan.

Warga sekitar sempat panik melihat kobaran api yang membesar dalam waktu singkat. Sejumlah warga memberikan informasi awal kepada tim pemadam mengenai kemungkinan orang yang masih terjebak di dalam gedung saat kebakaran pertama kali diketahui. Sementara itu, keluarga korban mulai berdatangan ke posko identifikasi untuk mencari kabar tentang kerabat mereka.

Penyelidikan mengenai sumber kebakaran masih berlangsung. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun kepastian penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan teknis dari laboratorium forensik serta analisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Tim pemadam dan kepolisian juga terus menyisir seluruh lantai gedung demi memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan bantuan bagi keluarga korban, termasuk pendampingan psikologis dan dukungan administrasi selama proses penanganan berlangsung.

Insiden ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan di Jakarta Pusat sepanjang tahun 2025 dan memicu sorotan terhadap standar keselamatan gedung, sistem alarm dini, serta kesiapan fasilitas proteksi kebakaran di bangunan bertingkat di ibu kota.

(Badru Salam — Red)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *