Lampung Timur, Kompassindonesianews – Lagi, warga Lampung Timur patungan bangun jalan sendiri. Kali ini, warga Dusun 8, Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, yang kompak melakukan pembangunan jalan rabat beton selebar 2,5 meter dengan ketebalan sekitar 10-15 sentimeter secara swadaya dan bergotong royong.
Akses jalan sepanjang 350 meter dari Jalan Ir Sutami di Dusun 3 menuju Dusun 8 Desa Sribhawono tersebut mulai dikerjakan warga yang mayoritas bekerja sebagai petani tersebut sejak pertengahan bulan Oktober 2025 hingga saat ini.
“Kami ingin mewujudkan mimpi untuk miliki jalan yang lebih layak. Akses jalan ini sangat penting bagi kami. Jalan ini juga sering dilalui warga yang hendak ziarah ke areal pemakaman ketika jelang bulan Puasa Ramadan tiba,” kata Yatin Nurohmat (47), warga Desa Sribhawono, Selasa (9/12/2025).
Ia mengungkapkan pembangunan jalan secara swadaya itu berawal dari musyawarah warga yang tinggal di sekitar dusun setempat. Warga kemudian, secara bertahap patungan mengumpulkan sedikit demi sedikit bahan material seperti semen, pasir, dan batu koral.
“Sedikit demi sedikit warga patungan satu hingga dua sak semen, ada juga sumbangan pasir dan batu. Kami sendiri dengan tanpa bayaran kemudian mulai mengerjakannya. Ibu-ibu rumah tangga juga ikut membantu menyediakan makan dan minuman ala kadarnya,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut sempat terhenti lantaran masih kekurangan material jenis batu koral. Progres pembangunannya masih menyisakan sekitar 50 meter untuk akses menuju lokasi pemakaman desa setempat.
Berdasarkan penuturan warga setempat, di sekitar dusun tempat tinggal mereka tersebut sudah lama belum ada program pembangunan infrastruktur jalan.
Sebelumnya, Warga RT 63, Dusun 12 Tulung Asahan Dalam, Desa Labuhan Maringgai, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur, juga kompak membangun jalan sendiri dengan cara patungan uang yang didapat dari hasil panen.
Warga kemudian bergotong royong bersama membangun satu-satunya akses jalan di wilayahnya dengan mengecor beton hingga sepanjang 650 meter.
Masyarakat berharap kepada pihak Instansi Pemerintah terkait, baik Inspektorat dan Kepala Dinas PMD dapat melakukan Audit terhadap penggunaan Anggaran Dana Desa yang dinilai masyarakat tidak tepat guna dalam membangun Desa tertinggal.
Selain itu, banyaknya laporan masyarakat yang masuk kepada pihak Media Kompassindonesianews melalui komentar di akun sosial media Tiktok @Kompassindonesianews untuk dapat membantu masyarakat terkait pelaporan Kepala Desa Sribhawono kepada Dinas Instansi terkait agar dapat dilakukan Audit mendalam terkait penggunaan Anggaran Dana Desa yang dinilai tak efisien.
Masyarakat Sribhawono sendiri kini tengah menunggu aksi cepat tanggap dari pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dalam menindak oknum-oknum kades yang di indikasikan melakukan penyelewengan penggunaan Anggaran Dana Desa.
#Andi Selagai















