https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Polresta Banyuwangi Resmikan Dermaga Danantya Virendra dan Kapal Taktis RBB untuk Perkuat Keamanan Laut

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.Com
BANYUWANGIUpaya meningkatkan pengamanan dan pelayanan di wilayah perairan Banyuwangi memasuki babak baru. Polresta Banyuwangi meresmikan Dermaga Danantya Virendra sekaligus meluncurkan kapal taktis RBB (Rigid Buoyancy Boat) dalam acara di Mako Satpolairud Kapuran, Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Senin (8/12/2025).

Acara peresmian dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto, Forkopimda Banyuwangi, perwakilan dinas maritim, serta unsur pelayaran. Kehadiran fasilitas baru ini dinilai strategis mengingat perairan Banyuwangi merupakan salah satu titik tersibuk di ujung timur Pulau Jawa, dengan aktivitas logistik, pariwisata, hingga jalur nelayan.

175 Km Garis Pantai, 16 Personel Satpolairut
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan bahwa wilayah tugas Satpolairut Banyuwangi meliputi garis pantai sepanjang 175,8 kilometer. Saat ini, Satpolairut diperkuat 16 personel dengan lima pos pantai di Boom, Blimbingsari, Muncar, Grajagan, dan Pancer.

Kebutuhan percepatan layanan maritim, lanjut Kapolresta, semakin meningkat, terutama setelah musibah tenggelamnya KMP Tunu pada Juli lalu yang membutuhkan penanganan cepat lintas instansi.

“Kapal taktis RBB ini memiliki kemampuan manuver dan kecepatan yang jauh lebih baik. Dari Mako ke Pantai Boom yang biasanya ditempuh 30 menit, kini bisa dicapai hanya tujuh menit,” katanya.

Kapal RBB berukuran panjang 11 meter dan lebar 3,1 meter itu didukung mesin berkapasitas besar dan dirancang untuk menghadapi kondisi perairan ekstrem. Sebelum resmi diterima Polresta, Kapolresta, Wakapolresta, dan personel Satpolairut telah menjalani pelatihan pengoperasian.

Dermaga Swadaya dengan Filosofi “Berani Berkorban Demi Mencapai Kesempurnaan”
Dermaga Danantya Virendra yang diresmikan pada kesempatan itu memiliki makna khusus, yaitu “Berani Berkorban Demi Mencapai Kesempurnaan.” Dermaga tersebut dibangun secara swadaya dan gotong royong, dengan anggota Satpolairut terlibat langsung sebagai tenaga pembangunan, sementara perencanaan dan konstruksinya dibantu tenaga profesional.

“Harapannya, fasilitas ini dapat memperkuat pelayanan kami di wilayah perairan yang menjadi salah satu titik vital Banyuwangi,” ujar Kombes Pol Rama Samtama.

Banyuwangi, Halaman Depan Jawa Timur
Dalam arahannya, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya kesiapan keamanan maritim di Banyuwangi yang ia sebut sebagai “halaman depan Jawa Timur” sekaligus “etalase internasional” karena berhadapan langsung dengan Bali, pusat wisata dunia.

“Dengan aktivitas logistik, pariwisata, hingga nelayan yang begitu besar, keamanan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya merawat fasilitas yang telah dibangun. “Kita bisa membangun dan mengadakan, tetapi merawat adalah tanggung jawab untuk generasi berikutnya,” pesannya.

Ia turut mengapresiasi budaya gotong royong anggota Satpolairut selama pembangunan dermaga yang dinilai menjadi wujud nyata komitmen kepolisian hadir untuk masyarakat.

Perkuat Respon Cepat Darurat di Laut
Peresmian dermaga dan kapal taktis RBB ini menegaskan komitmen Polresta Banyuwangi dalam memperkuat respon cepat terhadap berbagai situasi darurat, mulai dari evakuasi kecelakaan laut, pemantauan aktivitas pelayaran, hingga patroli di kawasan rawan.

Dengan hadirnya Dermaga Danantya Virendra dan kapal RBB, Satpolairut Banyuwangi diharapkan mampu memberikan pelayanan serta pengamanan yang lebih optimal bagi seluruh masyarakat pengguna jalur laut. (Andi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *