https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Warga Padukuhan Pundong III dan IV Kembali Gelar Kirab Budaya, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Leluhur

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Semangat gotong royong dan kecintaan terhadap budaya Jawa kembali ditunjukkan warga Paduhan Pundong III dan IV, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon/Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Sabtu 8 Agustus 2026.

Melalui pagelaran kirab budaya merti Dusun yang digelar meriah ini dihadiri oleh Asisten II Sekda Kabupaten Sleman, Panewu/Camat Mlati, Lurah Tirtoadi, dan sejumlah pejabat lainnya.

Kirab budaya ini menempuh rute dari lokasi mengelilingi beberapa persawahan yang sudah ditentukan oleh panitia, kata Kepala Dusun Pundong III dan IV, Pekik Basuki.

Ia menjelaskan peserta kirab budaya ini setiap peserta mengenakan pakaian adat Jawa dan membawa gunungan hasil bumi, gunungan jajanan pasar, serta berbagai simbol kesuburan sebagai wujud rasa syukur atas limpahan rezeki,” jelasnya.

” Sementara itu, Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Sekda Sleman, Makwan, menyampaikan apresiasi dan sangat mendukung pelaksanaan kirab budaya Padukuhan Pundong III dan IV Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon/Kecamatan Mlati, Sleman ini.

Penyelenggaraan kirab budaya ini menjadi bukti nyata pelestarian nilai – nilai budaya lokal dan promosi potensi yang ada di Padukuhan Pundong III dan IV Tirtoadi, Mlati, Sleman.

” Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas upayanya sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

Lanjutnya, saat ini sebagian besar masyarakat lebih mengenal budaya luar dibandingkan budaya lokal, yang sebenarnya memiliki nilai – nilai yang sangat baik sebagai pondasi utama tatanan kehidupan saat ini dan masa datang. Saya harap kirab budaya ini dapat semakin menumbuhkan rasa cinta masyarakat kepada budaya sendiri,” pesannya.

Kirab budaya ini tak sekedar seremonial tetapi juga bentuk pelestarian kearifan budaya lokal, didalamnya tersimpan kekayaan tradisi, kearifan lokal, serta nilai – nilai luhur yang diwariskan secara turun temurun.

” Pada kesempatan ini, saya juga mengajak hadirin semua dan khususnya mengingatkan diri saya sendiri untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dan kebersamaan dalam masyarakat.

Mari jadikan acara ini tak hanya menjadi tontonan tetapi juga menjadi tuntunan, yang menguatkan rasa persaudaraan dan mempererat ikatan kebangsaan kita,” tutupnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *