https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Bupati Humbahas Buka Pemusatan Diklat Paskibraka Tahun 2026

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Humbahas. Kompassindonesianews.com- Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Humbang Hasundutan, Chiristison R. Marbun, membuka secara resmi Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2026 di Doloksanggul, Sabtu 8 Agustus 2026.

Pembukaan Pemusatan Diklat Paskibraka tersebut menjadi awal pelaksanaan pembinaan dan pelatihan bagi 30 calon Paskibraka Kabupaten Humbang Hasundutan yang akan dipersiapkan untuk melaksanakan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Turut hadir pada pembukaan Diklat ini, Wakapolres Humbahas Kompol Manson Nainggolan, Wadanyon 955/HS Kapten Ilham Syukri Ramadhan, Kajari diwakili Kasubsi Penuntutan Eksekusi dan Upaya Hukum Luar Biasa, Bintang SH, Dandim 0210/TU diwakili Danramil 11/Parlilitan Peltu Tohap Tinambunan, Kepala BNN Pematang Siantar Mushab Aulia Arief Hasibuan, Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala OPD. Turut juga hadir Purna Paskirba Indonesia (PPI) Humbahas Samuel Sihite, Iren Purba dan Dian Bakara.

Dalam sambutan tertulis Bupati Humbang Hasundutan yang dibacakan Sekda Chiristison R. Marbun menyampaikan bahwa para calon Paskibraka yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan putra-putri terbaik yang telah melalui proses seleksi dan dipercaya mengemban tugas mulia untuk menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Anak-anak kami yang hadir di tempat ini bukanlah orang-orang yang terpilih secara kebetulan. Kalian telah melalui proses seleksi yang ketat dan dipercaya untuk mengemban sebuah tugas yang mulia dan penuh kehormatan,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Bupati menegaskan, menjadi Paskibraka bukan sekadar tentang kemampuan baris-berbaris, ketepatan langkah, kekuatan fisik maupun kemampuan mengibarkan Sang Merah Putih. Lebih dari itu, Paskibraka merupakan proses pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, nasionalisme, kepemimpinan dan semangat kebersamaan.

Bendera Merah Putih yang nantinya dikibarkan bukan sekadar selembar kain, melainkan simbol perjuangan, pengorbanan, persatuan dan kehormatan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, para calon Paskibraka diminta melaksanakan tugas dengan penuh kebanggaan dan tetap rendah hati.

Bupati juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan dengan sungguh-sungguh, mendengarkan arahan para pelatih dan pembina, menjaga kesehatan, disiplin terhadap waktu serta membangun kekompakan.

Diharapkan agar pengalaman menjadi Paskibraka dapat menjadi modal kehidupan bagi para peserta. Disiplin, mental yang kuat, karakter yang baik, rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.

“Buktikan bahwa kalian layak dipercaya mengemban kehormatan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih,” tegasnya.

( Marhuarar Pangaribuan)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *