SERPONG, TANGERANG SELATAN — kompassindonesianews.com Siang yang semestinya berjalan biasa di Jalan Letnan Sutopo, depan Taman Kota 1 BSD, berubah menjadi kepanikan. Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor, kendaraan engkel, dan mobil terjadi pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 11.15 WIB.
Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terjatuh dan kemudian terlindas kendaraan engkel berwarna kuning. Peristiwa tersebut telah dikonfirmasi aparat kepolisian dan hingga kini masih dalam penyelidikan. Laporan media lokal juga menyebut kecelakaan itu melibatkan tiga kendaraan dan korban telah dievakuasi ke rumah sakit.
Berawal dari Situasi Lalu Lintas yang Padat
Berdasarkan rekaman dashcam yang diperoleh, kecelakaan diduga bermula ketika sebuah ambulans melintas dari arah belakang.
Pengendara sepeda motor kemudian diduga bergerak menepi ke sisi kiri. Pada saat yang sama, di sisi kanan jalan terdapat kendaraan yang hendak melakukan putar balik sehingga kendaraan di belakangnya memperlambat laju.
Dalam situasi tersebut, pengendara motor diduga mencoba melewati celah di antara kendaraan. Namun, manuver itu berujung senggolan dengan kendaraan engkel yang berada di sebelah kanan.
Kendaraan engkel tersebut diketahui membawa tabung oksigen.
Benturan membuat pengendara motor kehilangan keseimbangan dan jatuh ke sisi kiri jalan. Dalam hitungan detik yang tragis, korban kemudian terlindas kendaraan engkel berwarna kuning.
Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan AKP Danny Trisespianto Arief membenarkan adanya korban meninggal dunia. Ia juga menegaskan kendaraan yang melindas korban merupakan kendaraan jenis engkel, bukan truk besar.
“Yang jelas, korban posisinya terlindas sama truk warna kuning. Bukan truk, kayak engkel gitu ya.”
Namun, polisi belum menarik kesimpulan final mengenai penyebab maupun rangkaian lengkap kecelakaan tersebut.
“Saya lagi dalami. Saya belum bisa ngomong (lebih jauh),” ujar Danny.
Polisi Kumpulkan Dashcam dan CCTV
Satlantas Polres Tangerang Selatan telah membuat laporan kepolisian dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi juga diperiksa untuk membantu menyusun kronologi secara utuh.
Tak hanya mengandalkan keterangan saksi, petugas turut mengumpulkan rekaman dashcam dan CCTV dari sejumlah titik di sekitar lokasi.
Langkah tersebut menjadi penting karena kecelakaan terjadi dalam situasi lalu lintas yang dinamis. Rekaman visual diharapkan dapat membantu polisi melihat detik-detik sebelum benturan secara lebih objektif.
Kecelakaan di ruas Jalan Letnan Sutopo bukan kali pertama menjadi perhatian karena insiden lalu lintas. Kawasan tersebut merupakan akses yang cukup aktif di sekitar BSD, sementara Taman Kota 1 sendiri dikenal sebagai ruang terbuka hijau yang menjadi salah satu titik aktivitas masyarakat, termasuk olahraga dan rekreasi.
Satu Detik, Satu Nyawa
Peristiwa ini kembali menyisakan pesan sederhana tetapi penting bagi seluruh pengguna jalan: ruang di antara kendaraan bukan selalu ruang yang aman untuk dilalui.
Ketika lalu lintas berubah cepat, keputusan sepersekian detik dapat membawa konsekuensi yang tidak pernah bisa ditarik kembali.
Polisi masih bekerja untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Karena itu, setiap kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan sebaiknya menunggu hasil penyelidikan resmi.
Di jalan raya, semua orang ingin sampai ke tujuan. Namun pada akhirnya, tak ada perjalanan yang lebih penting daripada keselamatan untuk tiba dengan selamat.
Penulis:
Burhanudin Fajri, S.Sos., S.Pd.
Zill Samt















