CITRA INDAH CITY, BOGOR — kompassindonesianews.com/ — Ada rumah yang dibeli untuk sekadar menjadi tempat pulang. Namun, ada pula rumah yang ketika berpindah tangan, membawa cerita yang jauh lebih panjang daripada sekadar transaksi properti.
Sebuah rumah di kawasan Perumahan CitraIndah City, Bukit Rasamala Blok Z.30 No. 12, Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16830, kini ditawarkan kepada calon pembeli dengan harga Rp319 juta. Harga tersebut mengikuti pertimbangan harga tanah dan bangunan di kawasan setempat, namun pemilik masih membuka ruang negosiasi secara wajar.
Yang membuat penawaran ini berbeda, rumah tersebut milik Ustadz Bahrudin, S.Pd.I., AF., atau biasa disapa Ustadz Adin, yang merupakan pengasuh sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Hafizh Indonesia Centre (HIC) di Burangkeng-Setu, Bekasi.
Rumah ini dijual bukan karena sekadar ingin berpindah tempat tinggal. Menurut keterangan pemilik, hasil penjualan akan digunakan untuk pembangunan, pengembangan, peningkatan fasilitas Pondok Pesantren HIC sekaligus memenuhi kebutuhan para santri penghafal Al-Qur’an.
Dengan kata lain, calon pembeli bukan hanya mendapatkan sebuah aset berupa rumah, tetapi juga berkesempatan ikut mengambil bagian dalam sebuah ikhtiar pendidikan Al-Qur’an.
A. Rumah Full Furnished
Rumah yang ditawarkan berada di lingkungan CitraIndah City dengan kondisi full furnished dan siap digunakan.
Bangunan terdiri atas 1½ lantai, yang artinya rumah ini memiliki 2 lantai bertingkat namun tidak full pada lantai duanya karena dibuat terbuka untuk kegiatan keluarga dengan suasana alam di rooftop. Berdiri di atas tanah 72/72 meter persegi, serta telah memiliki legalitas Sertifikat Hak Milik (SHM).
B. Fasilitas rumah meliputi:
– 2 kamar tidur
– 2 kamar mandi
– Garasi mobil
– Kitchen set minimalis
– Gudang
– Gajebo mini di samping garasi
– Double pintu, terdiri atas teralis besi dan pintu kayu
– Token listrik 1.300 KWh sesuai keterangan pemilik
– Area lantai 2 yang dapat dimanfaatkan untuk laundry, acara bareng keluarga, maupun olahraga
Komposisi ruangnya cukup menarik untuk keluarga kecil yang menginginkan rumah praktis, tetapi tetap memiliki ruang untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
C. CitraIndah City dan Pesona Hunian Bernuansa Alam
Secara kawasan, CitraIndah City Jonggol memang dikembangkan dengan konsep “Kota Nuansa Alam”. Pengembang menyebut kawasan ini mengandalkan suasana alami, udara yang relatif sejuk dan lingkungan berbukit sebagai bagian dari daya tarik hunian.
Kawasan ini juga bukan sekadar kumpulan rumah. Berbagai fasilitas telah dikembangkan untuk menunjang kehidupan penghuninya, termasuk fasilitas pendidikan, tempat ibadah, rekreasi, pasar dan transportasi.
Untuk rumah yang ditawarkan ini, pemilik mencantumkan sejumlah fasilitas kawasan yang menjadi nilai tambah, antara lain shuttle bus dalam kawasan dengan jurusan Jakarta-Cikarang, fasilitas mobil angkutan kawasan, lapangan tenis, pos polisi dan keamanan, kolam renang waterboom, pom bensin, kawasan hijau/RPTRA, gedung serbaguna, serta dekat kawasan masjid dan gereja.
Kebutuhan pendidikan juga relatif lengkap karena kawasan memiliki akses ke PAUD, SD, SMP, SMA hingga kampus swasta. Kehadiran Fresh Market juga menjadi salah satu fasilitas yang telah lama dikembangkan di CitraIndah City untuk memenuhi kebutuhan belanja penghuni.
Dari sisi mobilitas, pengembangan kawasan juga didukung fasilitas shuttle. Laporan keberlanjutan Ciputra Development mencatat CitraIndah City Jonggol termasuk proyek yang mendapatkan dukungan konektivitas shuttle bus.
D. Akses, Keamanan dan Kenyamanan
Rumah berada di kawasan yang disebut memiliki jalan utama lebar, akses menuju kawasan yang tertata, serta sistem keamanan berlapis dengan gerbang klaster dan penjagaan.
Lokasinya berada di koridor Jalan Raya Cileungsi-Jonggol KM 23,2, yang menurut keterangan pemilik terhubung dengan sejumlah jalur alternatif dan pilihan transportasi umum.
Untuk kenyamanan sehari-hari, pemilik juga menyebut kawasan rumah memiliki udara adem dan sejuk, kualitas air yang baik serta lingkungan yang tidak banjir.
Tentu, kondisi lingkungan dapat berbeda sesuai musim dan titik lokasi, sehingga calon pembeli tetap disarankan melakukan survei langsung sebelum mengambil keputusan.
E. Cerita Besar di Balik Alasan Penjualan
Di balik penawaran Rp319 juta tersebut, ada sebuah alasan yang membuat rumah ini terasa berbeda.
Ustadz Adin, selaku pemilik, saat ini mengelola Pondok Pesantren Hafizh Indonesia Centre (HIC) di Burangkeng-Setu, Bekasi.
HIC merupakan pondok tahfizh yang memberikan beasiswa penuh kepada santri tingkat SMP-SMA dari berbagai daerah di Indonesia. Para santri datang dari berbagai wilayah, termasuk Sulawesi, Kalimantan, Sumatera dan sebagian besar Pulau Jawa, dengan jumlah santri ±250 murid.
Para santri penghafal Al-Qur’an tersebut, menurut keterangan yang disampaikan, tidak dipungut biaya untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an.
Karena itulah, penjualan rumah ini diarahkan untuk membantu pembangunan, pengembangan dan peningkatan fasilitas pesantren, sekaligus menopang kebutuhan para santri yang sedang menempuh jalan panjang menjadi penghafal Al-Qur’an.
Untuk profil personal Ustadz Adin sendiri, penelusuran web menemukan beberapa publikasi akademik yang memuat nama Ustadz Adin dalam konteks pendidikan,Al-Qur’an, merupakan alumni pondok modern terbesar di Indonesia yaitu Gontor, pembicara di berbagai instansi negeri maupun swasta, pakar ilmu hypnotherapy dan psikolog pendidikan, dan aktif sebagai motivator islami.
F. Membeli Rumah, Sekaligus Membantu Perjalanan Para Penghafal Al-Qur’an
Inilah bagian yang menjadi ruh dari penawaran tersebut.
Ustadz Adin berharap rumah yang selama ini menjadi aset keluarga itu dapat berpindah kepada orang yang tepat, sementara hasil penjualannya dapat kembali menjadi aset kebaikan bagi pendidikan para santri dan calon pembeli yang tentu namanya akan tercatat dalam sejarah sebagai orang yang terlibat dalam perjuangan pondok HIC dalam melahirkan para penjaga Kalamullah yang suci.
Bagi calon pembeli Muslim, pemilik memandang pembelian rumah tersebut sebagai kesempatan untuk ikut membantu keberlangsungan pesantren dan pendidikan Al-Qur’an. Harapan memperoleh pahala jariyah merupakan niat dan doa atas pemanfaatan dana tersebut, bukan sebuah jaminan atas pahala bagi pembeli. Tapi lebih kepada kesadaran bahwa harta yang kita miliki akan dimintai pertanggung jawabannya digunakan untuk apa? Dengan penjualan rumah ini, Ustadz Adin tidak akan mengambil sepeserpun uang hasil penjualannya untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya, karena semuanya akan diwakafkan untuk keberlangsungan pondok HIC, santri penghafal Qur’an, para asatidz dan staff yang berjuang di dalamnya.
Sebab, pada akhirnya, rumah tetaplah rumah: tempat keluarga berteduh, tempat anak-anak tumbuh, tempat pagi dimulai dan malam ditutup dengan doa. Namun rumah ini memiliki cerita tambahan—bahwa sebagian nilai dari transaksi yang terjadi di dalamnya diniatkan untuk ikut menopang perjalanan para santri yang sedang menjaga ayat-ayat Allah dalam dada mereka.
G. Harga ditawarkan: Rp319 juta — masih dapat dinegosiasikan secara wajar.
Bagi masyarakat yang serius mencari rumah sekaligus ingin mengetahui lebih jauh mengenai kondisi bangunan, legalitas, lokasi dan proses transaksi, dapat menghubungi pemilik secara langsung:
Ustadz Bahrudin, S.Pd.I., AF.
📱 WhatsApp: 0821-1071-1981
Rumahnya untuk kehidupan di dunia. Niat baiknya, semoga menjadi jalan menuju kebaikan yang lebih panjang.
Catatan redaksi: Informasi fasilitas, spesifikasi bangunan, harga dan tujuan penjualan dalam artikel ini berasal dari keterangan pemilik. Calon pembeli disarankan menghubungi pemilik secara langsung, atau melakukan survei langsung, memeriksa dokumen SHM, kondisi bangunan, fasilitas kawasan, serta seluruh aspek legalitas sebelum melakukan transaksi.
Penulis:
Burhanudin Fajri, S.Sos., S.Pd.
Zill Samt















