https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

UMKM Growth : Buat Marketing Tools Jangan Asal-asalan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Jakartakompassindonesianews.com Pengembangan bisnis akan lebih cepat berkembang jika ruang lingkup pergerakannya tidak hanya sebatas B2C saja, tapi juga harus melakukan perluasan bisnis B2B bahkan sampai B2G agar perkembangannya lebih cepat dan pesat.

Sehingga tiap target calon customer tentu berbeda marketing tools yang harus disiapkan, untuk konsumen/perorangan (B2C), penawaran antar perusahaan dan lembaga (B2B), hingga sinergi program dengan pemerintah (B2G).

Dari dasar itulah Yayasan Jago Tanpa Kuliah (JTK) melalui Komunitas UMKM Growth pada hari Selasa, 28 Agustus 2026 dalam sesi coaching bisnis & treatment bulanan member UMKM Growth kembali memberikan pelatihan dan pembinaan kepada pengusaha UMKM yang memang masih sangat butuh perhatian dari berbagai pihak secara konsisten dan berkelanjutan secara mental, konsep, dan ilmu strategi bisnis lainnya.

Komunitas UMKM Growth ini melakukan seleksi kepada para pengusaha UMKM di Jabodetabek sejak awal beberapa bulan lalu tercatat lebih dari 1.300 peserta yang mendaftar, lalu terseleksi sekitar 400 peserta yang aktif di mentoring chapter di setiap kota, yang sampai saat ini masih terseleksi sekitar 10 peserta, di antaranya :
– Madu K-499 (bang Arul)
– J’Zger (pak Jody)
– Siomay Kang Dede (Kang Dede)
– Bolen Teh Ida (teh Ida)
– Maliha Cantiq (bu Andi)
– Afa Food (bu Anik)
– Yey Sempol (mbak Yanti)
– Wajan Hikmah (bu Sadiah)

Bapak Phingki Surya Pranoto selaku CEO Komunitas UMKM Growth menegaskan bahwa target dari pembinaan UMKM Growth ini adalah biar semakin banyak pengusaha UMKM yang naik kelas, bukan hanya memikirkan diri sendiri tapi bisa memberikan manfaat kepada orang banyak, dengan membuka lapangan pekerjaan sampai membuat peluang kemitraan usaha.

Pak Phingki, sapaan akrabnya, juga menjelaskan bahwa para pengusaha UMKM yang ikut pelatihan ini akan mendapatkan bantuan promosi, diantaranya dibuatkan konsep Strategi Creative Branding, mulai dari logo, kemasan, uniform, branding store, sampai ke produksi konten.

Peserta dari pelatihan ini merupakan angkatan pertama yang baru dibuka tahun lalu dengan fasilitas belajar, pendampingan, bantuan promosi, semuanya free, bahkan sampai akan diberikan bantuan permodalan bagi yang sekiranya sudah layak dibantu, tentunya dengan syarat sudah mengerjakan seluruh tugas yang diberikan.

“Kami menyampaikan ungkapan terima kasih yang mendalam kepada Pak Phingki yang telah memprioritaskan waktunya demi pelatihan ini, kami berharap dengan adanya pelatihan ini bisa meningkatkan pengetahuan agar kualitas brand lebih dikenal dan bahkan kami berharap brandnya bukan hanya bisa Go Nasional tapi juga Go Internasional”, ungkap salah satu peserta pelatihan, bu Andi pemilik brand Maliha Cantiq.

Dan pak Phingki juga menutup pembicaraan bahwa Alhamdulillah sebagian member telah diberikan bantuan dari strategi bisnis hingga pembuatan ragam konsep branding dan marketing tools, semoga bermanfaat untuk usahanya dan berkah selalu untuk semuanya.

Bahrul Ulum DS, S.E.,

 

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *