https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Lindungi Mahasiswa Magang Sleman Pintar, Pemkab Sleman Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

SlemanKompassIndonesianews.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman bersama BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) berkolaborasi memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi mahasiswa magang penerima beasiswa Sleman Pintar sebagai upaya memutus rantai kemiskinan. Hal ini dicanangkan pada Rabu, (26/8/2026) di Auditorium Kampus UTY.

Bupati Sleman Harda Kiswaya hadir memberikan dukungan sekaligus menyerahkan secara simbolis perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan mahasiswa magang Sleman Pintar. Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, yang juga selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman turut memaparkan Program Beasiswa Sleman Pintar sebagai upaya memutus rantai kemiskinan.

Bupati Harda Kiswaya menyebut perlindungan pekerja menjadi salah satu penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Menurutnya, kesejahteraan tak hanya terkait besaran pendapatan namun juga menyangkut rasa aman, perlindungan, serta kemampuan seseorang untuk menjaga keberlangsungan kehidupan keluarganya ketika menghadapi risiko sosial dan ekonomi.

“Kehadiran jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi bentuk nyata dari rasa tepo seliro dan kepedulian kita terhadap keberlangsungan kehidupan pekerja dan keluarganya,” ujar Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi terhadap BPJS Ketenagakerjaan dan seluruh pihak yang telah menjadi mitra Pemkab Sleman dalam perluasan perlindungan jaminan sosial.

“Kolaborasi, sinergi dan peran aktif semua pihak merupakan pondasi utama dalam mewujudkan Sleman yang maju, adil, makmur, lestari dan berkeadaban,” jelasnya.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan DIY, Rudi Susanto menerangkan, kegiatan ini selaras dengan misi pihaknya, yaitu meningkatkan kesejahteraan pekerja. Dalam hal ini pekerja dalam semua jenis dan bentuk pekerjaan. Dengan adanya perlindungan terhadap risiko yang mungkin terjadi selama bekerja, keberlangsungan kesejahteraan pekerja dan keluarganya dapat lebih terjaga.

“Melalui program Sleman Pintar diharapkan anak-anak itu nantinya bisa mendapat pekerjaan di sektor formal dengan penghasilan yang layak. Oleh karena itu, selain perlu meraih nilai kuliah yang baik, mereka juga perlu memiliki pengalaman kerja dan memahami budaya industri,” begitu keterangan yang disampaikan Rudi.

Rudi berharap semakin banyak pelaku usaha di Kabupaten Sleman yang bersedia berkolaborasi mendukung pelaksanaan Program Sleman Pintar, khususnya dalam memberikan kesempatan magang kepada para mahasiswa penerima beasiswa.

“Kehadiran mahasiswa magang tentunya bisa membantu proses produksi dan mungkin menjadi inovasi. Sebab selama magang mereka juga dipantau dan diarahkan oleh dosen pembimbing,” pungkasnya.

(Joni)

 

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *