https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

DPD POM (Persatuan Orang Melayu) Kabupaten Melawi Mengecam Keras Kasus Polis Tembak Polis dan Meminta kepada Kapolri Untuk Menindak Tegas Penegakan Hukum Atas Meninggalnya Bripda IDF

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.com

Melawi Kalbar
Di ketahui, Bripda IDF tewas tertembak di Rusun Polri Cikeas Gunung Putri Bogor, pada Minggu (23/07/23 ) lalu sekitar pukul 01.40 Wib.
Kasus penembakan oleh oknum anggota Polisi sesama rekan Polisi yang sempat viral dalam minggu ini bagi masyarakat Kalbar membuat luka yang mendalam khusunya keluarga korban, setelah jenazah di pulangkan ke kampung halaman Nanga Pinoh Kabupaten Melawi dan diterima oleh pihak keluarga beredar video yang ganjal dalam kematian korban ada luka dan bekas jahitan di bagian leher korban. Almarhum Bripda IDF merupakan anggota Tim Densus 88 Anti teror Mabes Polri Putra terbaik Kabupaten Melawi Kalimantan Barat.

Zulkifli, S.Sos. M.Sos. Ketua DPD POM ( Persatuan Orang Melayu) Kabupaten Melawi “Sangat menyesalkan dan mengecam keras kejadian tersebut, jangan sampai terulang kembali Institusi Polri yang sangat kita cintai sebagai pengayom dan pelindung masyarakat yang memberikan rasa aman dan tentram menciptakan kondisi yang damai tercoreng oleh oknum anggota Polisi senior yang menembak rekan sesama anggota polisi junior.” Terangnya pada
Jumat. (28/07/23).

Zulkifli yang menjabat juga sebagai sekretaris pemangku adat melayu kabupaten melawi menyampaikan di kediamannya selesai melaksanakan ibadah sholat Jumat kepada awak media Kompassindoneisanewa.com
“Kami minta Kepada Bapak Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk segara mengusut tuntas kasus tersebut, menindak tegas pelaku oknum anggota polisi sesuai dengan aturan dan undang undang serta hukum yang berlaku, agar memberikan rasa keadilan kepada pihak keluarga korban serta masyarakat luas khusunya kabupaten Melawi (Kalbar).
Semoga kasus ini bisa terungkap secara terang benderang, dan mengajak semua pihak baik ormas dan lapisan masyarakat untuk mengawal kasus ini sampai tuntas serta mendukung sepenuhnya pihak keluarga dalam menempuh jalur hukum positif dan hukum adat melalui DAD (Dewan Adat Dayak) Kabupaten Melawi Propinsi Kalimantan Barat dan jika diperlukan dan diminta utk memberikan dukungan sebagai wujud persaudaraan dan kemanusiaan.” Tegasnya.

Dari pihak keluarga korban Almarhum IDF juga memohon dan meminta bantuan Hukum Kepada Bapak
Dr. Hotman Paris Hutapea, S.H., M.Hum, HOTMAN 911.
Serta Kepada Pengurus LBH Mandau Borneo Keadilan, agar dapat dan bisa membantu kami selaku keluarga korban untuk mengungkapkan motif dan fakta hukum sebenarnya apa penyebab kematian anak kami Bripda Ignatius. Kami memohon agar dapat membantu kami untuk mendapatkan keadilan yang seadil – adilnya.

(Jon Lendri)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *