Kompassindonesia, Jakarta, – Pengamat Sosial Politik Cinta Negera Indonesia (CN Indonesia ) Heru Cipto Nugroho biasa disapa Heru CN mengatakan gerak – gerik menjelang Pilpres 2024, diprediksi sangat berpeluang besar bergabungnya Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yakni : Partai Golkar, PAN, PPP dengan Koalisi Perubahan yakni PKS, Partai Demokrat dan Partai Nasdem.
Menurut Heru CN telah tersiar kabar baru-baru ini diberbagai media massa adanya pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Kantor DPP Golkar, Slipi Jakarta.
“Maka saya sebagai pengamat setelah melihat gerak – gerik dari hasil pertemuan Kedua Tokoh Ketum Parpol antara Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Ketum Partai Nasdem, Surya Paloh dari Koalisi Perubahan bahwa dalam perkembangannya peluang Partai Golkar ke Koalisi Perubahan lebih besar dibandingkan Partai Nasdem bergabung ke Koalisi Indonesia Bersatu (KIB),” kata Heru CN.
Lebih lanjut Heru CN meyakini bahwa Indonesia kedepannya akan Sejahtera Adil Dan Makmur Jika memang kejadian Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) Dan Koalisi Indonesia Perubahan bergabung mrnjadi satu demi kepentingan rakyat Indonesia.
Lanjut Heru CN soal bicara peluang koalisi Perubahan telah memiliki Calon Presiden ( Capres) yang jelas yakni mantan Gubernur DKI Anies Baswedan yang telah dideklarasikan yang dipelopori oleh Partai Nasdem tersebut sudah mendapatkan dukungan informal dari kedua partai politik (parpol) lainnya yakni PKS dan Partai Demokrat yang tergabung dalam koalisi Perubahan.
“Apalagi Surya Paloh punya kedekatan dengan Partai Golkar yang saat ini dipimpin oleh Ketum Golkar Airlangga sehingga peluang kerjasama antara koalisi bisa terwujud,” ungkapnya.
Selanjutnya Heru CN menambahkan secara fondasi, Koalisi Perubahan yakni Partai Nasdem, PKS dan Partai Demokrat lebih maju, dan solid, sehingga posisi ini lah yang menjadi daya tarik partai untuk membuka opsi bergabung dengan Koalisi Perubahan.
“Apalagi komunikasi antara Golkar dan Nasdem selama ini telah berjalan dengan intensif, maka saya sebagai pengamat menilai alasan itulah yang membuat prediksi bahwa Golkar akan bergabung dengan Koalisi Perubahan,
Lanjut Heru CN pengalaman pada Pemilu tahun 2014 dan 2019
dimana hanya 2 Paslon Capres
yang begitu banyak unsur negatif ketimbang positifnya
Seperti contoh ada istilah Cebong dan Kampret hingga berakibat permusuhan tiada henti dan lain sebagainya.
“Maka menurut saya sebagai pengamat faktor Cebong dan Kampret inilah yang membuat tokoh-tokoh elit Politik berpikir ulang, diharapkan pemilu 2024 mendatang tidak terulang lagi,”ujar Heru CN.
Lanjut Heru CN oleh karena itu, maka sebagai jalan tengah dalam koalisi perubahan untuk posisi Calon Wakil Presiden (Cawapres) silahkan saja
PKS ajukan Sandiaga Uno dan Partai Demokrat ajukan AHY, sehingga nantinya salah satu figur Cawapres yang telah ditentukan dan dipilih seharusnya disepakati bersama.-sama.
“Maka kemungkinan besar Koalisi Indonesia Bersatu akan bergabung dengan Koalisi Perubahan, pastilah akan menang mudah,” tandasnya.
Editor : ( Red/Tisna/San)














