https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Post Views: 869
Jakarta — Kompassindonesianews. Ratusan ribu buruh dari berbagai daerah memadati kawasan Monas, Jakarta, dalam perayaan Hari Buruh Internasional, Kamis (1/5). Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara tersebut disambut antusias dan penuh apresiasi dari para pekerja. Mereka menilai kehadiran langsung Presiden di Indonesia ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap nasib buruh.
“Ini sebuah apresiasi besar. RI 1 bisa menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional. Presiden kedua setelah Bung Karno yang datang langsung. Sangat positif, apalagi tuntutan-tuntutan dari buruh bisa didengarkan langsung oleh Presiden,” ujar Yudi, salah satu buruh peserta aksi.

Lebih lanjut, Yudi menilai bahwa kebijakan Presiden Prabowo dalam menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 6,5% untuk tahun 2025 merupakan langkah luar biasa. “Presiden sebelumnya belum ada yang berani menaikkan UMP sebesar itu. Baru Pak Prabowo yang berani. Ini bukti nyata bahwa beliau benar-benar berpihak kepada kaum buruh dan masyarakat miskin,” ujarnya.
Kebijakan Prabowo yang dinilai berpihak kepada rakyat tak hanya soal upah. Program diskon listrik sebesar 50% dan penyediaan makanan bergizi gratis (MBG) juga mendapat sambutan positif. “Diskon listrik itu sangat membantu kami. Dengan gaji pas-pasan, potongan biaya listrik sangat berarti untuk menambah uang jajan atau pendidikan anak,” kata Yudi. Ia juga menyambut baik rencana pembangunan 20 ribu rumah subsidi yang akan difokuskan untuk kalangan berpenghasilan rendah.
Yudi yang telah bekerja sejak 2005 mengaku baru kali ini merasakan perhatian langsung dari seorang Presiden. “Baru sekarang saya melihat dan merasakan langsung Presiden hadir di tengah-tengah buruh pada Hari Buruh. Ini luar biasa. Saya sangat optimis,” tuturnya.
Senada dengan Yudi, buruh lainnya, Fajarudin, juga menyampaikan apresiasinya. Ia berharap kehadiran Presiden menjadi momentum nyata untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. “Tanggapan saya sangat baik. Mudah-mudahan ke depan kesejahteraan buruh terus meningkat,” ujarnya.
Fajarudin juga menilai positif kenaikan UMP dan kebijakan-kebijakan lainnya seperti kestabilan harga pangan dan diskon listrik. “Itu cukup membantu, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu. Di lingkungan kami, program MBG juga sudah terealisasi untuk anak-anak sekolah,” ungkapnya.
Terkait rencana pembangunan rumah subsidi, Fajarudin menyambutnya dengan harapan besar. “Kalau terealisasi, kami sangat bersyukur sekali. Semoga Indonesia tetap jaya dan Presiden Prabowo diberi kesehatan agar bisa terus berpihak kepada rakyat,” ujarnya optimis. Rudolf
Berita Terkait
Polda DIY Gelar Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Warga Dapat Layanan Medis Gratis dan Bantuan Sosial YOGYAKARTA – KompassIndonesianews.com, Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polda DIY melalui Bidang Kedokteran menggelar kegiatan Puncak Bakti Kesehatan di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Selasa (23/6/2026). Kegiatan bakti kesehatan tersebut menjadi wujud kepedulian Polri kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan, bantuan sosial, serta berbagai bentuk dukungan yang langsung dirasakan warga. Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. bersama Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K. dan jajaran Pejabat Utama Polda DIY turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Kapolda DIY menyapa langsung masyarakat peserta bakti kesehatan serta memastikan pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 158 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dengan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, laboratorium sederhana, pemeriksaan kesehatan gigi, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, hingga pemeriksaan kepadatan tulang. Selain pelayanan kesehatan, Polda DIY juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya bantuan kursi roda, bantuan sosial, serta pembagian kaca mata gratis bagi warga yang membutuhkan. Tidak hanya menyasar kesehatan masyarakat secara umum, kegiatan ini juga memberikan perhatian kepada kelompok pekerja dengan pemberian Kartu Bhayangkara Prioritas bagi buruh sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap masyarakat pekerja. Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K. mengatakan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi jajaran Polri untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat. “Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, Polda DIY ingin menghadirkan pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar, sehingga kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban warga,” ujar Kombes Pol Ihsan, S.I.K. Selain di lokasi kegiatan, peserta juga mengikuti rangkaian Puncak Bakti Kesehatan yang terhubung secara daring melalui zoom dari lapangan Lemdiklat Polri. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda dan mitra terkait, di antaranya Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, jajaran TNI, tenaga kesehatan, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, serta organisasi masyarakat dan pekerja. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda DIY berharap semangat pengabdian Polri dapat terus diwujudkan melalui pelayanan yang humanis, kepedulian sosial, dan sinergi bersama masyarakat.(Joni)
