MELAKA, MALAYSIA — Kompssindonesianews.Com Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Ummat Taufik Hidayat menghadiri undangan kehormatan Perdana Menteri Malaysia sekaligus Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Datuk Seri Anwar Ibrahim, dalam rangka peresmian Kongres Nasional Keadilan 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Melaka International Trade Centre (MITC), Ayer Keroh, Melaka, Malaysia, Sabtu (15/8/2026).
Kongres Nasional Keadilan 2026 mengusung tema “Memugar Reformasi, Membina MADANI”. Acara ini dihadiri ribuan perwakilan, pemerhati, serta tamu undangan dari berbagai kalangan dan sayap PKR yang dipimpin Anwar Ibrahim.
Menurut Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar, SH rangkaian Kongres Nasional Keadilan ke-19 berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Agustus 2026. Sejumlah agenda utama digelar dalam rangkaian kongres tersebut.
Salah satunya adalah sesi perbahasan yang menghadirkan 16 pembahas dari berbagai sayap partai dan perwakilan negeri.
Pembahasan tersebut mencakup sejumlah isu, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat.
Kongres juga diisi dengan penyampaian Anugerah Bill Kayong kepada lima keluarga sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian anggota yang dinilai berjasa kepada partai.
“Selain itu juga Penyelenggaraan Karnival Rahmah Mega serta kerja sama strategik bersama berbagai agensi pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Heikal kepada sejumlah awak media melalui sambungan telepon dari Melaka, Sabtu (15/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Heikal dan Taufik juga menyampaikan salam hormat dari Ketua Majelis Syuro DPP Partai Ummat Prof DR HM Amien Rais dan Ketua Umum DPP Partai Ummat DR Ing Ridho Rahmadi kepada Anwar Ibrahim serta seluruh peserta Kongres Nasional Keadilan 2026.
Heikal mengatakan, dalam pidato kebijakan pada acara peresmian kongres, Anwar Ibrahim menyoroti sejumlah agenda penting bagi PKR dan pemerintahan Malaysia.Salah satu yang menjadi perhatian adalah Perjanjian Malaysia 1963, khususnya terkait hak Sabah dan Sarawak.
“Perdana Menteri Malaysia sekaligus Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR), Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan bahwa PKR dan pemerintahan Madani menempatkan Perjanjian Malaysia 1963 terkait hak Sabah dan Sarawak sebagai agenda nasional yang memerlukan perhatian khusus, bukan sekadar isu regional,” kata Heikal.
Selain itu, Anwar Ibrahim juga menekankan pentingnya menjaga semangat reformasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Menurut Heikal, Anwar mengajak seluruh pendukung dan kader PKR untuk terus mempertahankan sekaligus memugar semangat reformasi sebagai bagian dari kelanjutan agenda perubahan di Malaysia.
“Bahkan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim menyatakan sebagai kelanjutan Reformasi ia mengajak seluruh pendukung dan kader partai untuk terus mempertahankan serta memugar semangat reformasi dalam pentadbiran negara tanpa menafikan perubahan positif yang telah tercapai.”ujar Heikal Safar yang mengutip ucapan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim
Lebih lanjut Heikal Safar menilai kehadiran Partai Ummat dalam kongres tersebut tentunya memberikan sejumlah manfaat, terutama dalam memperluas wawasan dan membuka peluang kerja sama dengan partai politik di luar negeri.
“Maka kesimpulanya atau oleh – oleh hasil dari menghadiri undangan kehormatan Perdana Menteri Malaysia yang juga sekaligus Presiden Partai Keadilan Rakyat ( PKR) tersebut tentunya banyak manfaat yang kami petik khusus untuk kemaslahatan Partai Ummat kedepannya yang semakin moderen dan terbuka bekerjasama dengan Pemimpin Partai baik di dalam. Negeri maupun diluar negeri, ” pungkas Ketua Harian DPP Partai Ummat Heikal Safar SH.
Editor : (Tisna/San)















