Kompassindonesianews, Jakarta,- Polemik bermunculan terjadi saat Menpora RI, Dito Ariotedjo beberapa waktu lalu menerima tamu dari Asosiasi Pembina Sepakbola Usia Muda seluruh Indonesia (Apsumsi).
“Terbentuknya Asosiasi yang baru menurut berita sebagai wadah untuk operator atau penyelenggara event dimana segala sesuatunya wajib melalui Asosiasi itu agar dikatakan legal tidak lah menjadi hal yang memaksa dan wajib, ” ungkap Mantan Exco Asprov PSSI DKI Jakarta, M. Jaelani Saputra.
Menurut Jaelani yang menjadi salah satu pendiri (Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia) BLiSPI mengatakan, Apsumsi boleh saja sebagai organisasi yang akan membantu Kemenpora dalam memverifikasi operator, jika event berlabel Piala Menpora dan di biayai dari anggaran Kemenpora beberapa waktu lalu. Seperti Liga Berjenjang Usia 12 Usia 14 dan Usia16 Sepakbola Putri dan Mahasiswa.
Lanjut Jaelani bahwa Legalitas Organisasi, SDM Operator Penyelenggaran Regulasi pertandingan,
Rekomendasi Federasi atau PSSI tentu mengesahkan.
Selain itu event- event yang menggunakan Piala Menpora atau mencantumkan logo Kemenpora apakah sudah dapat rekomendasi dan izin dari Biro terkait untuk menggunakan Logo Kementerian,
“Jangan nantinya ini menjadi sebagai daya tarik para peserta saja apalagi ada iming-iming pemain akan menjadi timnas pelajar Kemenpora dan sebagainya, ” tegas Jaelani pada Wartawan di Kemenpora Senayan, Jakarta.
Apsumsi harus memposisikan diri cukup sebagai operator saja bukan regulator yang mengatur jika ada event-event yang di gelar pihak swasta atau masyarakat.
“Karena regulator sepakbola itu yang sah adalah PSSI sebagai federasi tertinggi sepakbola, ” pungkasnya.
Editor : (Red/Tisna/Jaja)














