https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Gencarkan Latihan Pencak Silat Militer Jelang Kenaikan Sabuk, Ratusan Prajurit Kodim 0812/Lamongan Tampil Antusias

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

LAMONGAN|Kompassindonesianews.com — Dalam rangka mempersiapkan ujian kenaikan sabuk dari tingkat Putih ke Kuning, Kodim 0812/Lamongan semakin intensif menggembleng fisik dan kemampuan para prajuritnya melalui latihan Pencak Silat Militer (PSM). Suasana penuh semangat dan kedisiplinan tinggi terlihat saat ratusan prajurit Kodim 0812/Lamongan memadati lapangan makodim untuk melahap setiap materi latihan.

 

Di bawah panduan pelatih internal Kodim 0812/Lamongan yang profesional dan berpengalaman, para prajurit diajarkan berbagai teknik dasar, jurus ketangkasan, hingga taktik pembelaan diri khas Pencak Silat Militer. Latihan ini tidak hanya menitikberatkan pada ketahanan fisik, tetapi juga pembentukan mental dan refleks yang tajam.

 

Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, membeberkan bahwa latihan intensif ini merupakan bagian dari pembinaan satuan guna meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan seluruh personel.

 

“Pencak Silat Militer bukan sekadar olahraga atau seni bela diri biasa, melainkan sarana untuk mengasah kemampuan bela diri taktis prajurit di lapangan. Ujian kenaikan sabuk dari putih ke kuning ini adalah tolok ukur kesiapan serta kedisiplinan mereka. Saya sangat mengapresiasi antusiasme dan semangat tinggi yang ditunjukkan oleh seluruh prajurit selama latihan,” tegas Komandan Kodim 0812/Lamongan.

 

Lebih lanjut, Dandim menambahkan bahwa keterlibatan pelatih internal yang profesional terbukti mampu memotivasi para prajurit untuk menyerap materi secara optimal dan percaya diri menghadapi ujian kenaikan tingkat yang akan datang.

 

Melalui kegiatan ini, Kodim 0812/Lamongan berkomitmen untuk terus mencetak prajurit yang tidak hanya tangguh dan prima secara fisik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal dan tradisi bela diri Nusantara.

 

 

(Lulu Zaerina)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *