Kompassindonesianews.com – OKU Selatan Proyek perbaikan jalan dengan cara tambal sulam di ruas jalan lintas provinsi Sumsel di Kabupaten OKU Selatan dikeluhkan pengendara. Pasalnya, proyek perbaikan jalan provinsi Sumatera Selatan di jalur Muaradua – Liwa dengan cara tambal sulam yang sedang dikerjakan mulai dari pusat kota Muaradua ibukota Kabupaten OKU Selatan dinilai masyarakat membuat lalu lintas terganggu. “Badan jalan yang telah dikeruk belum dilapisi aspal sehingga menggangu aktivitas lalu lintas. Bahkan tanpa papan pemberitahuan proyek”, keluh warga
“Pada prinsipnya masyarakat mendukung pembangunan infrastruktur yang dilakukan, namun tidak mengabaikan dampak buruk yang dirasakan masyarakat. Seperti tambal sulam ini, harusnya ada papan pemberitahuan. Kalau tidak, seperti ini, kami khawatir akan membahayakan pengendara karena lubang yang menganga akibat pengerukan cukup dalam,” terang Anceng (50) warga Sukajaya, Kecamatan Buay Rawan, Sabtu (29/7).
Sementara itu, Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) OKU Selatan Sutaryo menjelaskan, jika proyek perbaikan jalan dengan cara tambal sulam di ruas jalan Kabupaten OKU Selatan – Kabupaten Lampung Barat itu merupakan kegiatan Dinas PU Provinsi Sumsel. “Terkait teknis pekerjaan di lapangan, menurut Ario panggilan akrab Sutaryo, Itu sepanjang jalan lintas provinsi Sumsel di Kabupaten OKU Selatan dikerjakan tahun 2022 lalu, kini telah perbaikan tambal sulam, sebelumnya tekhnis pelaksanaannya sudah kita sorot”, akunya.
Terpisah, Rasulullah saja memerintahkan menyingkirkan rintangan yang ada di jalan, baik berupa batu kerikil atau apa saja yang mengganggu kenyamanan orang lewat. Jangan malah sebaliknya di jalan dikasih lobang kadang orang lewat terperosok lobang, tidak sedikit yang cedera. “Ketahuilah yang sengaja membuat tidak nyaman orang melintas di jalan menjadi dosa jariah baginya selama ada rasa kesal bagi orang yang melaluinya”, gerutu pengguna jalan sambil berlalu.(NH)















