Lampung Barat, kompassindonesianews. com. Proyek peningkatan jalan pekon/desa Bumi agung, kecamatan belalau, kabupaten Lampung barat, kini menjadi sorotan masyarakat, pasalnya proyek tersebut di duga di jadikan ajang manfaat untuk meraup keuntungan yang besar tanpa mementingkan kualitas pembangunan selasa (14/11/2023).
Demikian di katakan beberapa masyarakat setempat yang enggan di sebutkan namanya, padahal pemerintah pusat telah menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk membangun desa- desa melalui program Dana-Desa(DD) rata-rata 1milyard per pekon/desa uang negara di gelontorkan dengan harapan mensejahtrakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pembangunan dan peningkatan jalan yang menggunakan “uang rakyat”
bukanlah semata-mata menginginkan proyeknya tapi hendaknya dana yang sudah di alokasikan harus seimbang dengan volume, mutu dan kwalitas proyek jalan tersebut. karna kalau tidak begitu masyarakatlah yang sangat di rugikan, bila itu terjadi maka ada yang bertanggung jawab bisa jadi pekerjaan proyek jalan tersebut dapat berdampak hukum bagi pihak- pihak terkait.
Dalam pelaksanaan proyek-proyek tidak menutup kemungkinan terjadi Konspirasi jahat antara, pengguna anggaran, pengawas internal dan pelaksana proyek dalam hal ini peratin/kepala desa.
Salah satu contoh uraian di atas ada nya proyek pembangunan peningkatan jalan pekon bumi agung, kecamatan belalau.
Di ketahui pembangunan peningkatan jalan pekon Bumi Agung Pemangku 01 kecamatan Belalau bersumber dana (DD) Dana – Desa, melalui pemerintahan pekon/desa Bumi Agung tahun anggaran 2023.
Dari hasil investigasi langsung di lapangan sekira pukul 10:30 selasa (14/11/2023) di duga kerjaan asal jadi dan tidak sesuai spesifikasi dalam RAB. pasalnya pengerjaan sekitar +- seratus meter tidak menggunakan molen sebagai sarana mengaduk matrial.
menggunakan alat molen baru dari hari selasa 14/11/2023.
terkait pembangunan peningkatan jalan tersebut hasil konfirmasi kami dengan pekerja, jalan yang di bangun
Panjang 500 meter
Lebar 100 cm
Ketebalan 12cm
Nilai proyek tidak di ketahui karna tidak adanya papan informasi
Sedangkan pekerja 6 personil mereka mengaku dari desa pampangan kecamatan sekincau, dengan cara kerja borongan,
Dalam hal ini peratin/ kepala desa, belum bisa di konfirmasi karna sedang tidak ada di kantor, menurut keterangan beberapa apartur pekon/desa, Bumi Agung sedang menghadiri hajatan.
Kelanjutan dari berita ini tunggu epesode berikutnya
(Sahmin)















