Lampung Barat – Kompassindonesianews.com, Pemerintahan Pekon Kenali Kecamatan Belalau, Lampung Barat, salurkan Bantuan Langsung Tunai bersumber dari Dana Desa (BLT-DD) tahun anggaran 2024, tahap pertama, kepada 32 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bertempat di Balai Pekon setempat, Senin 06 Mei 2024.
Acara penyaluran BLT-DD di langsungkan di Balai Pekon Kenali.
Hadir dalam acara tersebut, Peratin pekon Kenali, Adi Praja, beserta seluruh aparatur pekon Kenali, ketua LHP Pekon kenali, camat belalau, yang di wakili Sekcam kecamatan Belalau, Darwin Hasni, Pendamping desa, Babinsa dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Peratin Pekon Kenali, Adi Praja, menyampaikan pembagian BLT tahap pertama tahun ini dirapel hingga empat bulan, yakni Bulan Januari, Pebruari, Maret dan April.
Peratin menambahkan, yang mendapatkan Bantuan Langsung Tunai, Dana- Desa tahun ini hanya (tiga puluh dua), Keluarga Penerima Manfaat,” 32 KPM, hal ini tentu setelah melihat dan menimbang keadaan ekonomi dan sosial dari KPM itu sendiri, ini pun melalui pendataan dari beberapa pemangku pekon Kenali ini,ujar Peratin.
Masih kata peratin, dalam hal ini, tidak semua KPM menerima bantuan di balai pekon, ada beberapa orang KPM yang harus di antarkan ke kediamannya, mengingat kesehatan dan usianya yang tidak mengizinkan, untuk itu kami aparatur pekon kenali beserta yang lain mempunyai inisiatif untuk memberikan bantuan ke rumah yang bersangkutan, kata peratin Adi Praja.
“Setiap KPM mendapat bantuan sebesar Rp300.000 /bulan, dikalikan empat bulan jadi total Rp1.200.000,” ungkapnya.
Lanjutnya, program yang sudah berjalan sejak beberapa tahun ini, atas peraturan kementrian desa, dengan membagi dari jumlah Dana-Desa (DD) yang diterima oleh pekon.
“Penerima bantuan ini merupakan warga Pekon Kenali, artinya memang KTP-nya disini, tentu dengan bantuan ini diharapkan bisa bermanfaat, paling tidak dapat meringankan beban Keluarga Penerima Manfaat.
Kami pemerintahan pekon berharap agar Dana tersebut di gunakan untuk menunjang kebutuhan pokok dalam rumah tangga, terlebih sekarang ini kita petani kopi masih belum waktunya panen (peceklik) ,” pungkasnya.
( Sahmin)














