Kompassindonesianews.com
Melawi Kalbar
Laskar Pemuda Melayu DPD LPM Melawi mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Melawi dan Kalimantan Barat, khususnya para pemilih pada Pemilu Damai 2024 agar menjadi pemilih cerdas dengan tidak termakan informasi hoaks apalagi turut menyebar berita-berita hoaks atau konten negatif lainnya.
Jumat, (07/06/24).
Pada November 2024 mendatang, akan melaksanakan pesta demokrasi, yaitu pemilihan kepala dan wakil kepala daerah (Pilkada).
Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Melawi.
Ini menjadi kesempatan yang istimewa bagi seluruh masyarakat kabupaten Melawi dan masyarakat provinsi Kalimantan Barat serta bangsa dan negara Indonesia untuk mewujudkan kehidupan demokrasi yang berkualitas sehingga hasil yang positif selama lima tahun ke depan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Ketua DPD Laskar Pemuda Melayu LPM Kabupeten Melawi
Endri Triadi, A.Ma.Pd mengatakan,
“pemilu adalah pesta demokrasi, pesta kemeriahan, sehingga seyogyanya masyarakat Kabupaten Melawi dan Masyarakat Provinsi Kalimantan Barat menjadi pemilih cerdas dengan menggunakan hak pilihnya secara cermat serta sesuai dengan suara hati masyarakat dan rakyat.”Terangnya.
Endri Triadi, A.Ma.Pd juga menyampaikan
“Intinya jangan mau dibodohi, penyebar hoaks.
Pilihlah pilihan sesuai dengan hati nurani mu, tapi hormati dan hargai juga pilihan orang lain.
Pada dasarnya kita bersaudara. Siapapun yang terpilih nantikan pasti demi kebaikan dan kemajuan Kabupaten Malawi dan Provinsi Kalimantan Barat serta bangsa dan negara Indonesia.
Jangan sampai menimbulkan kekacauan dan kegaduhan apalagi menyebarkan berita hoaks (sebar hoaks).”Tegasnya.
Sementara itu Endri Triadi, A.Ma.Pd. menambahkan, “menjaga kualitas demokrasi, kuncinya adalah adanya edukasi yang memiliki tujuan membekali dan memberikan pendidikan politik yang cerdas dan santun bagi masyarakat.
Menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur November 2024, akan banyak bertebaran informasi hoaks di dunia digital atau media sosial seperti kampanye negatif dan kampanye hitam, jangan mudah percaya dan terpancing telusuri fakta dan kebenarannya.”Jelasnya.
(Jon.L)














