https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemkab Sleman Lakukan Gerakan Penanaman Pohon

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan gerakan menanam pohon sebagai rangkaian peringatan hari lingkungan hidup sedunia tingkat Kabupaten Sleman, acara menanam pohon tersebut di selenggarakan di Wahana Desa Rajeg Kalurahan Tirtoadi,Mlati Sleman pada hari Jumat, 12 Juli 2024.

” Penanaman pohon ini juga dihadiri lansung oleh Bupati Kabupaten Sleman, Kustini Sri Purnomo dan sekaligus melakukan penanaman pohon secara simbolis.” Kustini mengatakan melalui kegiatan ini merupakan salah satu upaya kecil yang berdampak besar untuk melestarikan alam, menurutnya perubahan iklim pemulihan kualitas lingkungan hidup penurunan emisi gas rumah kaca dan bencana hidrometeorologi dapat dicegah dengan menanam pohon,” tutur Bupati.

” Mulailah menanam pohon mulai dari lingkungan disekitar kita, dengan menanam pohon tentunya kita sudah berkontribusi dalam melestarikan alam serta mencegah perubahan iklim,” kata Kustini.” Lebih lanjut, Kustini menyampaikan dengan menanam pohon selain menghasilkan oksigen juga dapat menjaga ketersediaan air.” Kabupaten Sleman yang berada di hulu memiliki peran penting menjaga ketersediaan air di DIY, saya mengajak seluruh masyarakat untuk peduli akan lingkungan.

” Ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun juga tanggung jawab kita bersama untuk kehidupan yang lebih baik dimasa yang akan datang,” ujar Bupati Kustini.

” Senada dengan Kepala Dinas DLH Kabupaten Sleman, Ephipana Kristiyani melaporkan kegiatan tanam pohon tersebut.” Disampaikan ini merupakan rangkaian hari lingkungan hidup sedunia tingkat Kabupaten Sleman, adapun jumlah pohon yang ditanam yakni berjumlah 100 batang pohon meliputi pohon jenis tanaman buah – buahan,” jelasnya.

” Ia berharap upaya kita bersama dapat berdampak positif bagi perbaikan kualitas lingkungan serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian semua pihak untuk bersama menjaga lingkungan kita,” tambah Ephipana.” Pemilihan tanam buah bukan tanpa alasan, tidak hanya sebagai perindang penyerap polutan gas rumah kaca dan bisa menghasilkan oksigen saja namun nantinya buah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk ketahanan pangan masyarakat sekitar,” tutupnya.

” Sementara itu, Lurah Tirtoadi Mardiharto yang turut hadir di acara tersebut mengatakan bahwa Dusun Rajek ini kondisi topografi di Padukuhan Rajek wetan ini berdampingan atau diikuti jalur kali Bedog dari utara menuju ke selatan ujar Mardiharto.” Selanjutnya juga untuk kondisi topografi di wilayah Tirtoadi ini, terdampak pembebasan tol yang cukup luas.

” Artinya terdampak memanjang dan melintang sehingga area wilayah Tirtoadi ini berkurang banyak untuk lahan pertanian, sehingga banyak petani kehilangan mata pencarian.” Walaupun dengan adanya ganti rugi atau ganti untung dari pembebasan tol, namun itu juga menjadi permasalahan atau beban pemerintah Kalurahan Tirtoadi di akan datang.

” Kita tau untuk sementara para petani yang lahan persawahan nya dibebaskan untuk pembangunan jalan tol, artinya saat ini mereka masih menikmati hasil ganti rugi tersebut.” Tapi mereka tidak berfikir kedepan, namun demikian pemerintah Kalurahan Tirtoadi sudah mengantisipasi hal tersebut untuk mengatasinya.

” Maka dari itu kita mencoba untuk menggerakkan pemanfaatan lahan pekarangan/pertanian dan kami sudah berbicara dengan para Dukuh, agar tiap Padukuhan itu membentuk KWT.” Untuk apa ini tentunya nanti akan menjadi garda terdepan untuk Tirtoadi menjadi lumbung pangan warga mandiri, ini harapan kami tentunya program – program ini tanpa didukung dari pemerintah Kabupaten Sleman khususnya dari Dinas DLH, Dinas pertanian dan lain – lain.

” Dari Kabupaten Sleman, saya kira akan kesulitan mungkin program – program saya ini.” Secara teori memang bagus namun, karna masyarakatnya itu sudah terbiasa untuk mencari nafkah itu yang instan adanya sekarang kerja dapat duit seperti itu.” Tapi kalau ini tentunya perlu ketelatenan untuk menuju lumbung pangan warga Tirtoadi untuk mandiri, selain itu soal permasalahan sampah hal ini kami pemerintah Kalurahan Tirtoadi juga kita programkan kita utamakan untuk itu.

” Lurah Tirtoadi juga menyampaikan soal TKD, TKD ini di tertibkan yang perlu kehati – hatian dan untuk mengunakan lahan Sultan Ground itu harus kita hati – hati padahal untuk pemberdayaan dari tanah Sultan Ground tersebut.” Untuk itu kami mohon kepada ibuk Bupati dan SKPD Kepala Dinas terkait, dengan program – program dari pemerintah Kalurahan Tirtoadi ini agar nantinya bisa didukung terutama tidak luput dari biaya untuk pemberdayaan.

” Mardiharto juga menjelaskan, untuk kelompok KWT ini memang sudah mulai dan ini kami mencoba untuk mengajak ibu – ibu PKK untuk pemanfaatan lahan pekarangan dan kami nantinya minta bantuan dari Dinas pertanian agar setiap Padukuhan bisa dibantu minimal Polibag dan bibit untuk sayuran dan buah – buahan.

” Jadi dengan adanya gerakan penanaman pohon dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup sedunia, kami berharap nanti di setiap keluarga itu bisa menanam sayur – sayuran baik itu tomat, cabe, terong, bayem, kangkung dan kacang panjang ini akan menjadi lumbung pangan keluarga.” Disamping itu juga, untuk lauk pauk kami juga budidaya ikan, telor ayam petelor, budidaya bebek petelor dan bebek pedaging.

” Kalau ini betul – betul bisa tercapai akan menjadi lumbung keluarga, seperti ternak ayam tidak mungkin ayam tersebut abis dimakan sendiri bisa dijual untuk kebutuhan yang lain seperti membeli bumbu – bumbu, beras, tempe dan lain – lainnya,” pungkasnya.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *