https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Asprov DIY Dinilai Tidak Aspiratif, Cabor Sepakbola Putri Terancam Batal di Gelar di Porda 2025 Mendatang.

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Rapat Pembahasan Technical Handbook (THB) mengenai ketentuan usia atlet sepak bola wanita di Porda tahun 2025, yang digelar oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY pada hari Senin 5 Agustus 2024 menuai kritik tajam dari peserta rapat.

Peserta rapat menganggap Asprov PSSI DIY, tidak aspiratif menanggapi aspirasi yang di sampaikan para klub – klub dan pelatih yang menghadiri rapat tersebut.

” Rapat yang dihadiri oleh perwakilan dari klub masing – masing yaitu tiga Kabupaten dan satu Kota yaitu, Askab PSSI Kabupaten Sleman, Kulon Progo, Wonosari, dan Kota Yogyakarta.” Sedangkan Askab PSSI Kabupaten Bantul tidak hadir.

” Agenda utama rapat untuk membahas peraturan tentang batas usia kelahiran atlet sepakbola wanita, sebagaimana sudah tercantum dalam THB usia atlet di tentukan dengan tahun kelahiran mulai dari tahun 2007,2008 dan 2009.

Namun, batasan usia tersebut dianggap merugikan beberapa Askab yang tidak memiliki jumlah atlet yang memadai untuk dikirim ke Porda tahun 2025 tersebut.

Seperti Askab Kabupaten Sleman hanya memiliki 9 pemain Kulon Progo 7 pemain dengan tahun kelahiran yang memenuhi syarat, oleh sebab itu mereka menginginkan batasan usia dapat diperluas sehingga tidak berdampak negatif terhadap kesiapan sebagian tim dan perkembangan pemain muda.

” Hal itu di sampaikan, Manajer sepakbola putri Porda 2025 Askab PSSI Kabupaten Sleman Ipong Suhardiyanto saat beri keterangan kepada awak media Kamis (8/8/2024).Ipong mengatakan kami sangat kecewa masukan kami tidak didenggarkan, usulan kami untuk mempertimbangkan usia pemain yang lebih fleksibel demi pengembangan bakat muda tidak mendapatkan tanggapan yang memadai dari Asprov tegasnya.

” Ini sangat mengkhawatirkan, mengingat pentingnya turnamen ini bagi masa depan sepakbola wanita di Kabupaten Sleman dan DIY khususnya,” tambah Ipong.

Lebih lanjut, Ipong menjelaskan beberapa klub sangat mengkhawatirkan jika aturan ini diterapkan tanpa ada penyesuaian yang adil.” Kalau begini, cabor sepakbola putri di Porda tahun 2025 bisa terancam gagal digelar.

Kami berharap Asprov DIY, lebih terbuka dalam berdiskusi dan mempertimbangkan semua masukan dari kami,” tambah Ipong.

” Merasakan suhu jalannya rapat yang memanas pimpinan rapat, Sukoco menyatakan akan mengevaluasi kembali masukan – masukan dari peserta rapat dan berkomitmen untuk mencari jalan yang terbaik.” Kami kata, Ipong memahami kekhawatiran dari klub – klub dan pelatih.” Namun, Asprov akan mempertinbangkan semua masukan yang ada dan mencari solusi yang dapat diterima, oleh semua pihak demi kesuksesan Porda 2025 akan datang ujarnya.

” Selanjutnya peserta berharap, rapat selanjutnya akan dilakukan secara intern oleh pihak Asprov dalam waktu secepatnya untuk membahas lebih jauh perubahan teknikal handbook ini.” Selain itu, Asprov PSSI DIY juga diharapkan dapat lebih aspiratif dan terbuka dalam mendengarkan serta mengakomodasi aspirasi dari semua pihak yang terlibat pungkasnya.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *