https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Post Views: 260
KOMPASSINDONESIANEWS.com-Karawang
Pemkab Karawang di bawah pimpinan Bupati H. Aep Syaepuloh di nilai tidak peduli dengan nasib pejuang veteran yang berada di Karawang, dan di duga mengabaikan nasib keluarga veteran.
Hal tersebut disampaikan, Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Karawang, Lukman N Iraz, saat menggelar konferensi pers bersama sekertaris, bidang hukum beserta jajaran PC PPM Karawang, Kamis (15/8/2024)
Lukman menyampaikan, Pemkab Karawang sama sekali tidak memperhatikan nasib legiun veteran, bahkan saat peringatan hari legiun veteran beberapa hari lalu, para veteran dengan mengumpulkan dana sendiri (papatungan) tidak ada bantuan pemerintah. Lalu pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan ke Pemkab Karawang agar gedung veteran ini menjadi simbol pejuang, bahkan gedung juang 45 pun tidak ada di Karawang,”ungkapnya.
Lukman menuturkan, sejatinya hari ini, PPM Karawang bersama orang tua kami para pejuang veteran berencana akan menggelar unjuk rasa di depan Kantor Pemda Kabupaten Karawang. Langkah ini diambil menyusul kritik terhadap Pemkab Karawang yang dinilai kurang memberikan perhatian kepada keluarga veteran di daerah tersebut.
Namun rencana unjuk rasa tersebut kami tunda, karena arahan dari orang tua kami agar menyurati kembali Pemkab Karawang, jika surat kami kembali tidak di gubris Pemkab Karawang maka kami akan menggelar unjuk rasa,”tuturnya.
Menurutnya, pemerintah daerah Karawang harus memberikan perhatian lebih kepada keluarga veteran Indonesia, mengingat apa yang telah diperjuangkan oleh veteran Indonesia yang telah berjuang memerdekakan negara ini.
Lukman N Iraz juga membeberkan saat ini kondisi keluarga veteran Indonesia kondisinya sangat miris, setelah berjuang merebut kemerdekaan, keluarga veteran Indonesia di Karawang kini berjuang untuk bertahan hidup.
“Ingat kita-kita ini tinggal menikmati apa yang telah diperjuangkan oleh orang tua (veteran) pendahulu kita. Jadi jangan dilupakan keluarganya yang sekarang masih bertahan hidup,” ujarnya.
Lukman juga mengungkapkan dari beberapa peristiwa ataupun pelaksanaan upacara yang sifat nya nasional, seperti upacara HUT Kemerdekaan RI, para veteran Indonesia di Kabupaten Karawang tidak diberi ruang khusus bahkan sampai kehabisan kursi, seharusnya pejuang veteran diberikan penghargaan khusus saat upacara HUT Kemerdekaan RI,”katanya
Di tempat yang sama, bidang hukum PPM Karawang, Iwan Setiawan mengatakan, legiun veteran dibentuk berdasarkan undang-undang nomor 15 tahun 2012, Bab VI pasal 19 yaitu Pemerintah memberikan dorongan dan bantuan kepada legiun veteran untuk menjalankan tugasnya (mempasilitasi)
“Maka dari itu sudah semestinya Pemkab Karawang memberikan perhatian untuk para veteran beserta keluarga keturunannya, jangan sampai pejuang veteran diabaikan begitu saja,”tandasnya.
Berita Terkait
Polda DIY Gelar Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Warga Dapat Layanan Medis Gratis dan Bantuan Sosial YOGYAKARTA – KompassIndonesianews.com, Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polda DIY melalui Bidang Kedokteran menggelar kegiatan Puncak Bakti Kesehatan di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Selasa (23/6/2026). Kegiatan bakti kesehatan tersebut menjadi wujud kepedulian Polri kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan, bantuan sosial, serta berbagai bentuk dukungan yang langsung dirasakan warga. Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. bersama Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K. dan jajaran Pejabat Utama Polda DIY turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Kapolda DIY menyapa langsung masyarakat peserta bakti kesehatan serta memastikan pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 158 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dengan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, laboratorium sederhana, pemeriksaan kesehatan gigi, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, hingga pemeriksaan kepadatan tulang. Selain pelayanan kesehatan, Polda DIY juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya bantuan kursi roda, bantuan sosial, serta pembagian kaca mata gratis bagi warga yang membutuhkan. Tidak hanya menyasar kesehatan masyarakat secara umum, kegiatan ini juga memberikan perhatian kepada kelompok pekerja dengan pemberian Kartu Bhayangkara Prioritas bagi buruh sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap masyarakat pekerja. Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K. mengatakan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi jajaran Polri untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat. “Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, Polda DIY ingin menghadirkan pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar, sehingga kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban warga,” ujar Kombes Pol Ihsan, S.I.K. Selain di lokasi kegiatan, peserta juga mengikuti rangkaian Puncak Bakti Kesehatan yang terhubung secara daring melalui zoom dari lapangan Lemdiklat Polri. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda dan mitra terkait, di antaranya Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, jajaran TNI, tenaga kesehatan, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, serta organisasi masyarakat dan pekerja. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda DIY berharap semangat pengabdian Polri dapat terus diwujudkan melalui pelayanan yang humanis, kepedulian sosial, dan sinergi bersama masyarakat.(Joni)
