Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengalami efisiensi atau pemotongan anggaran mencapai 2,4 miliar rupiah akibat kebijakan pemerintah. Dampaknya, sejumlah program promosi pariwisata diturunkan volume kegiatannya. Hal itu disampaikan oleh, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid saat dihubungi di ruangan kerjanya Senin (10/2/2025/).
Ishadi Zayid, mengatakan volume progran yang diturunkan seperti Travel Dialog yang rutin digelar empat kali dalam setahun, tahun ini direncanakan akan digelar dua kali dalam setahun,” ucapnya. Tahun 2025 ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman hanya merencanakan akan menggelar ke Cirebon dan Karawang.
Ia menjelaskan Travel Dialog ini, merupakan kunjungan ke daerah untuk promosi pariwisata dengan mengajak pelaku daerah. Promosi yang dilakukan berupa pemaparan terkait destinasi wisata, kuliner, pusat oleh – oleh, dan hotel. Kami mengajak pelaku wisata dari Kabupaten Sleman khususnya, tapi juga ada dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan lainnya,” tambahnya.
Meski mendapat imbas efisiensi anggaran, Zayid memastikan event ikonik ini rutin setiap tahunnya kita lakukan di Sleman. Akan masih ada seperti Sleman Temple Run Tour De Prambanan dan lain – lainnya, untuk pembinaan desa wisata juga terkena imbas efisiensi. Salah satunya, ada item yang dikurangi seperti seragam, sertifikasi pelaku wisata juga menyesuaikan anggaran dengan beberapa komponen diturunkan volumenya.
Lanjutnya mengatakan, antisipasi menurunnya agenda promosi lansung atau direct selling pemasaran akan di tekankan ke online melalui media sosial dan website. Kemudian kita memilih hotel dari biasanya bintang 3 kini ke bintang 2 ya kita menyesuaikan budget.
Sampai saat ini, Kepala Dinas Pariwisata Sleman pun mengaku sampai saat ini belum menerima keluhan dari pelaku usaha hotel terkait adanya efisiensi anggaran di pemerintahan. Ke depan, ia pun berencana akan mencarikan konsumen dari luar daerah untuk menginap di hotel – hotel di wilayah Kabupaten Sleman terutama sekolah – sekolah,” tutupnya.(Joni)















