https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Pertama di Indonesia, Kecamatan Mlati Selenggarakan Workshop Pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Kapanewon/ Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menggelar Workshop Pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kapanewon/ Kecamatan Mlati tahun 2025. Acara Workshop ini, di selenggarakan di Hotel Crystal Lotus pada hari Rabu tanggal 12 Februari 2025.

al itu disampaikan salah satu pembina dan Fasilitator kegiatan ini yaitu, Andi menyampaikan kepada awak media saat acara berlansung. Andi mengatakan, Indonesia khususunya DIY dan Kabupaten Sleman pada umumnya banyak sekali menghadapi bencana seperti bencana letusan Gunung Merapi, angin puting beliung dan lain – lain sebagainya,” kata Andi.

Ia menyebut, tujuan kita mengadakan kegiatan ini adalah untuk melatih para siswa – siswi di sekolah dan relawan untuk menghadapi situasi darurat bencana. Di Kapanewon/ Kecamatan Mlati ini kita sudah membentuk tim tanggap bencana, dan hari ini kita buat Workshop untuk menambah pengetahuan. Sebelumnya juga kita sudah buat penataran bagaimana cara menghadapi bencana, melatih skill para relawan, kita belajar dari negara Jepang disana mereka sudah dilatih, baik siswa – siswi sekolah dan masyarakatnya untuk menghadapi bencana.

Lanjut, Andi menerangkan kegiatan ini kita bekerjasama dengan pemerintah Daerah khususnya ditingkat Kapanewon/ Kecamatan Mlati. Kegiatan hari ini, diikuti 23 komunitas relawan tanggap bencana dan juga hadir para guru dan Kepala sekolah tingkat SD – SMP yang ada di wilayah Kapanewon/ Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman.

Harapan kita kedepannya, masyarakat bisa mengerti Standar Operating Prosedur (SOP) tentang bagaimana menghadapi bencana, sehingga bila ada bencana kita sudah siap,”tambah Andi.

” Sementara itu, Panewu/ Camat Mlati, Drs. Arifin M Laws mengatakan di wilayah Kapanewon/ Kecamatan Mlati sudah terdapat 23 komunitas relawan tanggap bencana. Dan kegiatan Workshop ini, bertujuan untuk melatih dan memberikan pengetahuan agar anggota bisa berdaya guna, tujuannya agar para relawan ini tidak sporadis tapi tertata rapi tersystem siapa melakukan apa dimana sesuai kapasitas mereka masing – masing.

Kegiatan penanggulangan bencana itu merupakan tugas bersama, baik pemerintah masyarakat dan dunia usaha. Para relawan ini memiliki peran besar dalam masyarakat dari sisi pemerintah, menginginkan agar satuan – satuan pendidikan kita aman bencana. Dan hal ini, menjadi tugas kita untuk memastikan satuan pendidikan di lingkungan Kapanewon/Kecamatan Mlati aman bencana,” tambah Arifin.

” Kegiatan ini sudah dimulai sejak bulan Oktober 2024 lalu, kita buat penataan yang diikuti 40 orang relawan untuk menjadi fasilitator dan implementasinya hari ini, kita gelar Workshop dengan peserta yang hadir saat ini terdiri dari para relawan dari 23 komunitas 5 orang Kepala sekolah SD 8 orang Kepala sekolah SMP dan koordinator maupun calon koordinator Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) ini, adalah upaya memberikan pengetahuan untuk mencegah dan menanggulangi dampak bencana di Satuan Pendidikan,” pungkasnya.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *