https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Menjeng Hari Besar Nasional Idulfitri, Kabupaten Sleman Tidak Ditetapkan Sebagai Kabupaten Pantauan Inflasi

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tidak ditetapkan sebagai Kabupaten pantauan inflasi (Kabupaten non IHK) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sehingga untuk menghitung tingkat inflasi menggunakan perhitungan Indeks Perubahan Harga (IPH) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

IPH mampu dijadikan acuan pengaruh kebijakan daerah terhadap komoditas – komoditas penyumbang inflasi khususnya pangan, IPH Kabupaten Sleman pada minggu ke -2 Februari 2025 saat ini berada di angka 3,92% yang penurunannya disebabkan oleh cabai rawit (-1,282%) beras (-0,796%) dan bawang merah (-0,581%),” kata Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa saat jumpa awak media Selasa 25 Februari 2025.

Langkah – langkah strategis yang akan dilaksanakan TPID Kabupaten Sleman, menjelang hari besar nasional (HBKN) hari raya Idulfitri 1446 H TPID Kabupaten Sleman akan melaksanakan langkah – langkah strategis untuk menjaga laju inflasi yaitu dengan menjaga keterjangkauan harga ketersediaan stok/pasokan kelancaran distribusi dan komunikasi efektif,” katanya.

Lanjutnya, mengatakan TPID Kabupaten Sleman akan menyelenggarakan pasar murah menjelang hari raya Idulfitri 1446 H. Pada tahun 2025, pasar murah akan dilaksanakan dengan inovasi baru yaitu, dilaksanakan dekat dengan masyarakat (sebelumnya di tingkat Kapanewon/ Kecamatan saat ini di tingkat Kalurahan). Pasar murah menjelang hari raya Idulfitri 1446 H ini, bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) dalam pemberian reduksi biaya distribusi,” tambah Danang.

Latar belakangnya adalah, salah satu upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga barang kebutuhan pokok menjelang hari raya Idulfitri 1446 H.

Kita akan menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga yang relatif murah bagi masyarakat, dimana pada saat ini beberapa komoditas barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan seperti (beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, dan daging ayam).

Danang, juga menjelaskan kita Kabupaten Sleman, pada tanggal 6 Maret 2025 akan Launching pasar murah, lokasinya ada di 36 Kalurahan. Kita bekerjasama dengan produsen maupun distribusi di wilayah Kabupaten Sleman seperti, Perum Bulog, Pinsar Penelur Nasional (PPN) Sleman, Gapoktan Sleman, dan PT.Saliman Riyanto Raharjo, dan total anggaran Rp.50.000.000,00 yang digunakan untuk membiayai reduksi biaya distribusi komoditas beras sebanyak total 25.000 kilo gram.

Selain itu, TPID Kabupaten Sleman akan melaksanakan pemantauan keterjangkauan harga dan ketersediaan stok/pasokan bahan pokok dengan rincian sebagai berikut.

Potensi peningkatan permintaan terhadap bahan pokok pada bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idulfitri 1446 H di wilayah Kabupaten Sleman, pemantauan dilaksanakan ke distributor Minyakita dengan isi Minyakita serta Bulog dengan isu strategis beras SPHP.

Danang, menambahkan pada penyelenggaraan sebelum – sebelumnya TPID Kabupaten Sleman melaksanakan di pasar tradisional, pasar modern, dan/atau distributor penyelenggaraan tahun ini kita masih menunggu arahan dari Kepala Daerah,” sabungnya.

Ia juga menerangkan bahwa, kurangnya pasokan LPG 3 kg yang terjadi bulan Februari 2025 merupakan dampak serangkaian libur panjang akhir bulan Januari 2025 sehingga serapan LPG 3 kg untuk keperluan pariwisata cukup tinggi.Meningkatnya perayaan resepsi pernikahan (musim hajatan), kendala cuaca sehingga pengiriman stok dengan kapal tanker terganggu dan dinamika kebijakan yang secara tiba – tiba ditetapkan oleh pemerintah pusat sehingga memengaruhi psikologis masyarakat dan menyebabkan terjadinya kepanikan (panic buying).

Lebih lanjut, Danang menjelaskan untuk memastikan ketersediaan ketepatan dan kelancaran distribusi BBM bersubsidi dan LPG 3 kg pemerintah Kabupaten Sleman akan melaksanakan pemantauan ketersediaan dan kelancaran distribusi LPG 3 kg dan BBM bersubsidi (pertalite dan solar) menjelang hari raya Idulfitri 14446 H.

Katanya, hasil rapat koordinasi dengan PT. Pertamina Patra Niaga DIY dan Hiswana kondisi saat ini sedang pemulihan (recovery) pengiriman untuk memenuhi LPG 3 kg di wilayah Kabupaten Sleman. Untuk mengembalikan kelancaran distribusi, operasional distribusi LPG 3 kg oleh agen dilakukan sampai malam hari. Hal tersebut memerlukan waktu, karena jarak pelabuhan dengan Kabupaten Sleman cukup jauh dan minggu ini sudah kembali normal.

” Pemerintah Kabupaten Sleman menghimbau agar masyarakat Kabupaten Sleman tetap tenang bijak, membeli LPG 3 kg sesuai dengan kebutuhan dan peruntukannya serta membeli LPG 3 kg di pangkalan terdekat.

Selain itu, kami juga menghimbau kepada pangkalan yang ada di Kabupaten Sleman agar menjual LPG 3 kg sesuai dengan HET yang berlaku dan ditetapkan dalam keputusan Gubernur DIY Nomor 457/KEP/2024 tanggal 2 Desember 2024 yaitu sebesar Rp.18.000, 00/ tabung.

Danang, menegaskan bagi masyarakat yang mendapatkan harga jual LPG 3 kg di pangkalan tidak sesuai HET dapat menyampaikan informasi tersebut ke layanan Call center Pertamina nomor 135. Sesuai dengan keputusan Gubernur bagi pangkalan/ sub penyalur yang menjual LPG 3 kg diatas HET akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan dan kontrak yang berlaku,” tutup Danang.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *