https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Retreat di Akademi Militer Magelang Resmi Ditutup, Kami Siap Bertarung untuk Kesejahteraan Rakyat

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Magelang – Kompassindonesianews.com Retreat Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tahun 2025 yang berlangsung di Kompleks Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, resmi ditutup pada Jumat 28 Februari 2025.

Presiden Prabowo Subianto, menutup kegiatan ini dalam pengarahannya menekankan pentingnya kekompakan, hilirisasi, industrialisasi, serta semangat patriotisme dan nasionalisme sebagai kunci percepatan pembangunan daerah dan kemakmuran rakyat,” tuturnya.

Presiden Prabowo, mengatakan para Kepala Daerah yang mengikuti kegiatan selama delapan hari ini, mengaku mendapatkan banyak wawasan dan inspirasi untuk diterapkan di daerah masing – masing,” pesan Presiden.

Bupati Keerom Piter Gusbager, menilai bahwa kegiatan ini memberikan pembekakan yang sangat penting bagi Kepala Daerah. Menurutnya, koordinasi dan komunikasi antara pusat dan daerah harus diperkuat agar kebijakan nasional dapat diterapkan secara efektif.

Ia menyebut, negara ini terlalu besar dan luas.” Koordinasi dan komunikasi antar pusat dan daerah sinergi antar pusat dan daerah ini, sangat penting.

Tanpa sinergi antar pusat dan daerah tentu banyak sekali program kebijakan yang tidak akan sinkron, tetapi juga kapasitas Kepala Daerah ini harus terus diasah terus diperbarui diupgrade,” ujar Piter.

Lanjut Piter, ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi dan industrisasi dalam meningkatkan daya saing daerah. Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi komparatif yang harus dimaksimalkan agar perekonomian daerah semakin kuat.

” Kalau perkebunan – perkebunan ini ada lalu sudah berusia 20-30 tahun seperti di daerah kami, tidak ada peremajaan sawit tidak ada industri yang masuk jadi petani akan kehilangan lapangan pekerjaan banyak sekali loss income yang akan terjadi. Maka di situlah banyak sekali dari 8 cita – cita yang diusung, astacita ini bagi saya yang paling penting untuk mengangkat ekonomi daerah adalah hilirisasi dan industrialisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak menyoroti pentingnya kegiatan ini dalam membangun koneksi emosional antara Kepala Daerah dan pemerintah pusat. Menurutnya, diskusi lansung seperti ini jauh lebih efektif dibandingkan metode daring karena mampu membangun kebersamaan dan pemahaman yang lebih mendalam,” kata Emil.

” Sebenarnya banyak hal – hal yang bisa kita lakukan tapi hambatannya itu memang membutuhkan kegigihan, keteguhan komitmen dan kekompakan.

Nah inilah yang beliau bangun, beliau berusaha memberikan sebuah rasional dasar yang jelas kenapa Indonesia sebenarnya bisa maju. Kenapa belum dalam beberapa hal, apa yang sudah dan apa yang kita lakukan bersama – sama,” tambah Emil.

Ia juga menyoroti bagaimana strategi hilirisasi dibuat lebih jelas dalam pengarahan Presiden Prabowo, menurutnya strategi ini bukan hanya dipahami secara teknis tapi juga memiliki dasar filosofis yang kuat.

Landasan konstitusionalnya, mengapa negara harus hadir lebih aktif semuanya dijabarkan dengan penuh. Bukan saja teknis secara teknis masuk, tetapi secara filosofis dan secara spirit juga sampai ke kita semua,” ujarnya lagi.

Emil juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo, memberikan penekanan kuat pada semangat patriotisme dan nasionalisme sebagai dasar untuk membangun Indonesia yang lebih maju.

Kita keluar dari ruangan tadi dengan semangat membara dan saya rasa ini, mungkin sebabnya kenapa beliau melaksanakan ini di Lembah Tidar karena sebagai pemimpin daerah akar dari pengabdian kami adalah nasionalisme, jadi memang harus ditaruh di tempat di mana kita melahirkan patriot – patriot,” ungkapnya.

” Sedangkan Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, menyatakan bahwa pemerintah Kota Tegal siap menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memaksimalkan potensi daerah dan efisiensi anggaran. Ia pun mengapresiasi dengan adanya Retreat ini, sebagai forum yang memperkuat sinkronisasi antara pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah.

” Ini pertama kali diadakan Retreat ini, dan saya fikir ini sangat penting. Sehingga nanti kita akan jadikan satu kesatuan seperti yang menjadi slogan kita kompak, solid, bersatu untuk rakyat, petarung. Kita akan bertarung nemerangi kemiskinan, dan kita bertarung untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh, Bupati Karimun Iskandarsyah, ia menilai Retreat ini sebagai pengalaman yang luar biasa. Menurutnya materi yang diberikan sangat relevan, dengan kebutuhan daerah dan dapat lansung diimplementasikan.

Kami mendapatkan pemahaman, pengetahuan, pembekalan yang menurut kami sangat penting untuk kami terapkan nanti di daerah masing – masing. Terutama adalah mensinergikan programnya Pak Prabowo, yaitu Asta Cita bagaimana daerah harus mampu untuk mewujudkan apa yang telah dibangun oleh Bapak Presiden,” kata Iskandarsyah.

Dengan berakhirnya Retreat ini, para Kepala Daerah membawa semangat baru untuk menerapkan arahan Presiden Prabowo di daerah masing – masing. Dengan kebersamaan dan visi yang jelas, mereka siap menjadi gard terdepan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan membangun Indonesia yang lebih maju,” tutupnya.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *