https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Post Views: 294
Kabupaten Sleman – Kompassindonesianews.com Menjadikan semangat toleransi dalam perbedaan merupakan prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto, dalam membangun Indonesia yang menjemuk.
Sebagai bentuk nyata, dukungan dan penghoramatan terhadap nilai – nilai budaya serta keberagaman umat beragama ini. Hal itu disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, saat menghadiri acara Tawur Agung Kesanga, perayaan Hari Suci Nyepi tahun baru Saka 1947 di pelataran Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari Jumat tanggal 28 Maret 2025.

Dalam sambutannya, Wapres menyampaikan bahwa selain kekayaan alam, Indonesia juga di berkahi dengan kekayaan keberagaman besar. Untuk itu, keragaman di Indonesia harus dapat dijadikan kekuatan untuk menjaga persatuan bangsa,” ucapnya.
Lanjutnya, saya tidak bosan – bosan untuk mengingatkan bahwa yang namanya keberagaman itu adalah kekuatan kita,” Perbedaan itu, mendewasakan kita perbedaan itu menyatukan kita,” tambah Gibran.
Lebih lanjut, Wapres Gibran pun menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan ” Tawur Agung Kesanga ” yang dilaksanakan di Candi Prambanan yang berdampingan dengan Candi Sewu yang merupakan komplek Candi Budha terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Ia menilai, pemilihan lokasi perayaan ini merupakan simbol toleransi antar umat beragama.
” Saya senang bisa hadir pagi hari ini di tengah Bapak dan Ibu semua di pelataran Candi Prambanan, yang begitu asri dan indah yang letaknya bersebelahan dengan Candi Sewu sebagai salah satu simbol toleransi antar umat beragama,” papar Wakil Presiden.
Untuk itu, menutup sambutannya Wapres kembali mengingatkan bahwa keragaman suku, ras, budaya, dan agama di Indonesia perlu terus dirawat. Sehingga hal tersebut dapat menjadi kekuatan besar, untuk persatuan dan kemajuan Indonesia.
” Tahun ini Nyepi dan Idul Fitri jatuh pada tanggal yang berdekatan, tolerasi dan saling menghormati perbedaan perlu terus kita perkuat,” pesannya. Kerukunan dan persatuan harus kita jaga, bersama,” tutup Wakil Presiden RI.
Upacara Tawur Agung Kesanga merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1947 yang jatuh pada tanggal 29 Maret 2025, ritual ini bertujuan untuk menyucikan alam semesta dan menjaga keseimbangan antara manusia, alam, serta para Dewa.
Prosesi di mulai dengan upacara Mendak Tirta dan Pradaksina di kawasan Candi Prambanan, dilanjutkan dengan pertunjukan seni tradisional serta parade ogah – ogah yang melibatkan arak – arakan patung raksasa diiringi musik baleganjur dan dekorasi penjor.(JN)
Berita Terkait
Polda DIY Gelar Puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Ratusan Warga Dapat Layanan Medis Gratis dan Bantuan Sosial YOGYAKARTA – KompassIndonesianews.com, Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polda DIY melalui Bidang Kedokteran menggelar kegiatan Puncak Bakti Kesehatan di Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Selasa (23/6/2026). Kegiatan bakti kesehatan tersebut menjadi wujud kepedulian Polri kepada masyarakat melalui pelayanan kesehatan, bantuan sosial, serta berbagai bentuk dukungan yang langsung dirasakan warga. Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. bersama Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, S.I.K. dan jajaran Pejabat Utama Polda DIY turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, Kapolda DIY menyapa langsung masyarakat peserta bakti kesehatan serta memastikan pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 158 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dengan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, laboratorium sederhana, pemeriksaan kesehatan gigi, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, hingga pemeriksaan kepadatan tulang. Selain pelayanan kesehatan, Polda DIY juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya bantuan kursi roda, bantuan sosial, serta pembagian kaca mata gratis bagi warga yang membutuhkan. Tidak hanya menyasar kesehatan masyarakat secara umum, kegiatan ini juga memberikan perhatian kepada kelompok pekerja dengan pemberian Kartu Bhayangkara Prioritas bagi buruh sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap masyarakat pekerja. Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K. mengatakan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi jajaran Polri untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat. “Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, Polda DIY ingin menghadirkan pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar, sehingga kehadiran Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan beban warga,” ujar Kombes Pol Ihsan, S.I.K. Selain di lokasi kegiatan, peserta juga mengikuti rangkaian Puncak Bakti Kesehatan yang terhubung secara daring melalui zoom dari lapangan Lemdiklat Polri. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda dan mitra terkait, di antaranya Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, jajaran TNI, tenaga kesehatan, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, serta organisasi masyarakat dan pekerja. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda DIY berharap semangat pengabdian Polri dapat terus diwujudkan melalui pelayanan yang humanis, kepedulian sosial, dan sinergi bersama masyarakat.(Joni)
