https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Jalan Rusak di Selat Baru Bukan Sekadar Aib, Tapi Ancaman Nyawa – Warga Minta Pemerintah Bangun, Bukan Diam

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

BENGKALIS–kompassindonesianews.com -Jalan utama di Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, kini menjadi sorotan tajam warga. Kerusakannya bukan lagi sebatas gangguan kenyamanan, tapi telah berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan.

Jalur vital ini tak hanya digunakan oleh warga setempat, tapi juga menjadi akses utama menuju Pelabuhan Internasional Bandar Sri Setia Raja,pintu keluar-masuk wisatawan domestik dan mancanegara yang hendak menyeberang ke Malaysia. Alih-alih membanggakan, jalan ini justru menyajikan pemandangan yang memalukan dan berbahaya.

“Bayangkan, turis luar negeri datang dan disambut jalan yang penuh lubang, bergelombang, dan becek. Di mana wajah profesional kita sebagai daerah perbatasan internasional?” kata Anuar, warga Bengkalis, saat ditemui di lokasi pada Jumat (11/4/2025).

Rika, warga lainnya, menyebut sudah terlalu sering melihat pengendara terjatuh. “Apalagi malam hari atau saat hujan turun, banyak yang celaka karena tak sempat menghindar dari lubang. Lampu jalan pun minim. Ini bukan sekadar rusak, ini membahayakan jiwa,” tegasnya.

Warga mengaku sudah berulang kali menyuarakan keresahan ini, namun respons pemerintah tak kunjung nyata. Mereka menilai pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, terlalu lambat bertindak terhadap infrastruktur yang seharusnya menjadi prioritas utama.

“Jangan tunggu ada yang meninggal baru bergerak. Kami muak dengan janji perbaikan yang tak pernah terealisasi,” tegas Anuar geram.

Desakan kini bukan lagi sebatas permintaan. Warga menuntut tindakan konkret dari Bupati Bengkalis dan seluruh pemangku kebijakan. Mereka mengingatkan bahwa ini bukan jalan desa terpencil, tapi jalur internasional strategis yang mencerminkan reputasi daerah.

“Kalau jalan ini terus dibiarkan rusak, bukan hanya ban kendaraan yang hancur. Nama baik Bengkalis juga ikut remuk di mata dunia,” pungkas Anuar.

Penulis Ardes

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *