https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Masjidil Haram Mulai Dipadati Jamaah Haji, Manca Negara

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

 

MekkahKompassindonesianews.com Guna memanfaatkan keutamaan dan pahala yang berlipat ganda saat beribadah di tanah suci, ratusan ribu lebih jamaah haji dari berbagai belahan dunia terus berdatangan ke Masjidil Haram.

Selama jamaah haji ingin beribadah petugas penyelenggara ibadah haji di Arab Saudi, menyiapkan bus shalawat untuk menuju ke Masjidil Haram tanpa dipungut biaya sedikitpun. Namun, menjelang puncak haji pada tanggal 5 Juni 2025 mendatang atau 9 Zulhijah 1446 H, PPIH yang bertugas di Arab Saudi mengumumkan untuk menghentikan sementara bus sholawat mulai hari Senin 2 Juli 2025.

Hal tersebut disampaikan oleh, Fatmawati salah seorang jamaah asal Kabupaten Sleman dan sekaligus pengurus Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Kabupaten Sleman Minggu 1 Juni 2025.

Terkait hal itu, jamaah haji asal Indonesia khususnya jamaah haji dari KBIH asal Kabupaten Sleman, Hajar Aswat yang tergabung dalam kloter 66 SOC terus melakukan pertemuan untuk membahas hal tersebut,” kata Fatma melalui pesan singkat.

Lanjutnya, untuk regu 24 rombongan 6 kloter 66 SOC yang dipimpin karom haji, Muhajir Hanifi terus berupaya mengumpulkan jamaahnya seminggu dua kali bertempat di depan hotel tempat kami menginap,” ujarnya.

Sementara itu, Muhajir selaku koordinator jamaah asal Kabupaten Sleman menyampaikan agar jamaah mengetahui bahwa mulai 1 Juni 2025 bus sholawat di hentikan karena digunakan ke Masjidil Haram.

Hal ini dimaksudkan agar jamaah banyak beribadah di hotel, dan fokus pada persiapan puncak ibadah haji. Kita sekarang mulai jaga stamina, karena proses ibadah haji kita nanti membutuhkan tenaga yang kuat karena ibadah haji adalah ibadah fisik,” tambah Muhajir.

Sementara itu, salah seorang jamaah haji asal Kabupaten Sleman buk Singgih yang tergabung kloter 66 Yogyakarta mengaku beribadah di kamar hotel sudah dilakukan beberapa hari yang lalu. Ini perlu untuk menjaga stamina saya, dan teman – teman sekamar sejak kemaren sudah beribadah di kamar untuk mengumpulkan tenaga,” ungkap Singgih.

Ia menambahkan jarak hotel ke Masjidil Haram bagi kloter 66 kurang lebih sekitar 3 kilo meter, jika kita mengunakan taxi jamaah harus membayar 4O real atau setara dengan Rp.200.000,” tutupnya.(JN)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *