https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

HUT RI ke-80 di Batam: Gerakan Masyarakat Madani Rayakan Kemerdekaan Bersama Anak Jalanan dan Wong Cilik

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompasindonesianews.comBatam. Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Kota Batam berlangsung penuh makna ketika Gerakan Masyarakat Madani (GMM) menghadirkan sebuah momentum yang berbeda. Jika biasanya perayaan kemerdekaan identik dengan upacara, lomba, atau panggung hiburan, kali ini GMM memilih untuk merayakannya bersama anak-anak jalanan serta kaum wong cilik yang selama ini berjuang mencari rezeki di jalanan, trotoar, persimpangan lampu merah, hingga pasar-pasar kota.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Nagoya Batam ini menghadirkan suasana haru dan kebersamaan yang jarang ditemukan dalam perayaan serupa. Hampir 200 anak jalanan hadir dan ikut serta dalam kemeriahan, membuktikan bahwa cinta kepada negeri tidak terbatas pada status sosial atau kondisi ekonomi. Mereka datang dengan wajah penuh semangat, menyatu bersama masyarakat luas, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemerintah daerah.

Ketua Harian GMM, Dr. Zulkifli AK, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan ini terinspirasi dari pesan moral dalam Al-Qur’an surat Abasa (Surat ke-80), yang mengingatkan agar manusia tidak memandang sebelah mata mereka yang lemah, miskin, atau memiliki keterbatasan. “Dalam momentum kemerdekaan ini, jangan sampai mereka yang memiliki kekuasaan, jabatan, maupun harta melupakan dan mengabaikan keberadaan wong cilik. Justru kemerdekaan harus dirayakan bersama seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya perwakilan BAZNAS Kota Batam, pimpinan salah satu bank syariah, serta berbagai ormas Islam dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menandakan bahwa kepedulian sosial bukan hanya tanggung jawab komunitas, melainkan juga bagian dari sinergi antara masyarakat, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan pemerintah.

Dalam suasana penuh keakraban, anak-anak jalanan tidak hanya menjadi tamu, melainkan bagian utama dari perayaan. Sejumlah dari mereka mengungkapkan harapan agar kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan, karena memberi dorongan moral dan motivasi untuk bangkit dari kehidupan yang serba kekurangan. “Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti hanya di sini, tapi terus ada agar kami merasa diperhatikan, dihargai, dan dibimbing menuju kehidupan yang lebih baik,” ungkap salah seorang anak jalanan yang ikut hadir.

Senada dengan itu, Dr. Zulkifli AK menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni HUT RI, melainkan titik awal pembinaan berkelanjutan untuk anak-anak jalanan di Batam. “InsyaAllah, GMM akan hadir setiap bulan untuk mendampingi mereka. Harapan kami, anak-anak jalanan bisa mendapatkan motivasi, pembinaan, dan kesempatan baru agar kehidupannya berubah lebih baik,” ujarnya penuh optimisme.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya berbicara tentang kedaulatan negara, tetapi juga tentang bagaimana seluruh rakyat, tanpa terkecuali, bisa merasakan arti kemerdekaan dalam kehidupan nyata. Dengan menggandeng anak jalanan dan wong cilik, GMM menunjukkan wajah kemerdekaan yang inklusif dan penuh kepedulian sosial.

Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi banyak pihak, bahwa memperingati kemerdekaan bisa lebih bermakna jika dilandasi dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan cinta kasih kepada sesama. (Nursalim Turatea).

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *