https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Dinas Pertanian Sleman, Optimis Serap Pupuk Hingga 100 Persen Untuk Semua Jenis Pupuk

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassindonesianews.com Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, optimis penyerapan pupuk bersubsidi akan mencapai 100 persen pada awal musim tanam pertama November mendatang.

Hal ini seiring turunya hujan dan pergeseran waktu tanam di sejumlah wilayah, kata Plt. Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto saat beri keterangan kepada awak media Selasa 14 Oktober 2025. Rofiq menyampaikan bahwa serapan pupuk subsidi hingga awal Oktober 2025 telah mencapai sekitar 60 persen, dan pihaknya menargetkan angka tersebut meningkat seiring masuknya musim penghujan. Insya Allah nanti MT1 sekitar awal November, saat hujan mulai turun kita bisa serap hingga 100 persen untuk seluruh jenis pupuk.

Ia menerangkan bahwa peningkatan serapan juga di pengaruhi oleh perubahan komoditas yang ditanam petani, meski padi masih menjadi tanaman dominan penerimaan pupuk bersubsidi beberapa wilayah mulai beralih menanam komoditas hortikultura seperti cabai dan talas. Teman – teman di lapangan mungkin bisa lihat, pupuk subsidi mayoritas untuk padi.Tapi di beberapa tempat sudah mulai menanam komoditas lain seperti talas, cabai, dan sebagiannya jadi secara alokasi pupuk untuk padi memang paling dominan,” ungkapnya.

Lanjutnya, mengatakan Dinas Pertanian juga menyiapkan langkah antisipasi jika serapan pupuk tidak terserap seluruhnya di satu wilayah. Skema realokasi antar Kapanewon/Kecamatan di terapkan agar distribusi pupuk sesuai dengan kebutuhan aktual di lapangan, kalau seandainya pupuk tidak terserap seluruhnya kita masih melakukan realokasi antar Kapanewon/Kecamatan. Sedangkan untuk padi misalnya lebih banyak di wilayah timur dan utara, karena sisi barat sudah selesai masa tanam dan kita geser sesuai kebutuhan di lapangan.

Rofiq, menambahkan bahwa pihaknya telah melaporkan perkembangan ini kepada Bupati Sleman, ia memastikan distribusi pupuk berjalan lancar sesuai kuota dan kebutuhan di lapangan. Ada yang melaporkan serapan pupuk di bawah 50 persen, tapi sudah kami sampaikan ke Bupati bahwa realisasinya kini sudah meningkat.

Rofiq, juga menjelaskan kuota pupuk subsidi untuk Kabupaten Sleman mencakup tiga jenis utama, yakni Urea, NPK, dan pupuk organik. Dari total kuota yang ada, pupuk Urea menjadi yang paling besar dengan alokasi mencapai sekitar 700 ton.” Kuota untuk Kabupaten Sleman secara detail, untuk pupuk Urea sekitar 700 ton jenisnya meliputi Urea, NPK, dan pupuk organik.

Plt. Pertanian juga mengatakan sistem penebusan pupuk kini dibuat lebih sederhana, agar petani tidak kesulitan saat mengambil haknya. Jika sebelumnya petani harus membawa berkas administrasi panjang, kini cukup mengunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Mekanisme penebusan pupuk subsidi sekarang jauh lebih mudah, cukup dengan mengunakan KTP namun di lapangan masih ada petani yang lupa jadwal penebusannya,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi agar para petani tidak terlambat menebus pupuk, dan bisa mengoptimalkan masa tanam.

Upaya ini juga sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mengembalikan potensi komoditas lokal, yang mulai berkurang akibat perubahan zaman,” pungkasnya.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *