Jakarta|Kompassindonesianews.com– Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu sore (16/09/2026), bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Gubernur Kalbar Ria Norsan, dan Seskab Teddy Indra Wijaya, untuk memonitor penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatra, kecelakaan kapal KMP Virgo Transport 8, hilangnya 8 orang di Selat Sunda, dan pascagempa NTT.

Dalam rapat tersebut, Presiden menegaskan dengan keras: *Tidak boleh ada lagi pembakaran hutan dan lahan dengan alasan apa pun.* Penanganan karhutla harus tegas, menyeluruh, dan diperkuat dengan pencegahan sejak dari sumbernya.

Beberapa hal yang ditekankan Presiden, di antaranya:
1. Memperkuat pencegahan karhutla melalui pengolahan lahan tanpa bakar, penyediaan alat, dan pendampingan bagi masyarakat.
2. Melarang keras adanya peraturan daerah yang mengatur pembukaan lahan dengan cara membakar berdasarkan izin Kepala Daerah.
3. Menindak tegas setiap pihak yang terbukti melakukan atau lalai mencegah pembakaran hutan dan lahan. Menurut Kapolri terdapat lebih dari 95 korporasi yang melanggar.
4. Memaksimalkan pencarian korban KMP Virgo Transport 8 dan 8 orang yang hilang di Selat Sunda.
5. Memerintahkan Menteri Perhubungan terus memberi informasi kepada pihak keluarga serta memastikan hak keluarga korban terpenuhi serta investigasi kecelakaan kapal dilakukan secara mendalam dan objektif.
6. Mempercepat penanganan pascagempa NTT, termasuk bantuan stimulan, hunian sementara, dan pembangunan kembali rumah terdampak.

Presiden menegaskan, pemerintah harus hadir dengan respons yang cepat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi, agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Pewarta: Lulu Zaerina















