https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Unrika Batam Sukses Jadi Tuan Rumah FMI 2025, Wadah Akademik Bahas Daya Saing dan Ekonomi Maritim Berkelanjutan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompasindonesianews.comBatam.
Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tahun ini, kampus kebanggaan masyarakat Kepri itu dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Seminar Nasional dan Call for Papers Forum Manajemen Indonesia (FMI) 2025, yang berlangsung meriah di Ballroom Hotel Planet Holiday & Residence, Rabu (22/10).

Kegiatan bergengsi berskala nasional ini diikuti lebih dari seribu peserta yang datang dari berbagai penjuru tanah air, mulai dari Aceh hingga Papua. Sejak pagi, suasana di ruang acara sudah penuh dengan semangat dan antusiasme peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, mahasiswa pascasarjana, hingga praktisi manajemen dari seluruh Indonesia.

Tahun ini, FMI mengangkat tema besar “Strategi Manajemen Berkelanjutan dalam Membangun Daya Saing dan Ekonomi Maritim.” Tema ini mencerminkan kepedulian para akademisi terhadap masa depan perekonomian Indonesia, terutama di sektor maritim yang menjadi kekuatan strategis wilayah kepulauan seperti Batam dan Provinsi Kepulauan Riau.

Ajang Ilmiah Sekaligus Perekat Persaudaraan Akademik

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua FMI Pusat, Sri Gunawan, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa FMI bukan hanya sekadar forum ilmiah, melainkan juga ruang kolaborasi dan silaturahmi antar insan manajemen di seluruh Indonesia.
“Forum ini bukan hanya tempat bertukar pikiran, tapi juga menjalin persaudaraan. Dari yang semula tidak saling kenal, kini bisa menjadi sahabat bahkan keluarga,” ujarnya disambut tepuk tangan hangat dari peserta.

Suasana pembukaan semakin meriah dengan penampilan tari Zapin Melayu oleh mahasiswa Program Studi Manajemen Unrika. Gerak gemulai dan irama musik tradisional yang khas menambah kekayaan suasana, menghadirkan sentuhan budaya lokal di tengah agenda akademik nasional.

Empat Narasumber Bahas Ekonomi Berkelanjutan dan Daya Saing Wilayah

Pada sesi utama, empat narasumber nasional hadir menyampaikan gagasan dan hasil riset mereka yang menarik.

Prof. Herry dari Universitas Andalas membuka sesi dengan topik “Dari Diamond Porter ke Sustainable Diamond: Strategi Daya Saing Biru untuk Masa Depan Batam yang Lebih Maju.” Ia menekankan pentingnya paradigma baru dalam pembangunan ekonomi, di mana keberlanjutan menjadi kunci utama menghadapi tantangan global.
“Dulu keberhasilan ekonomi diukur dari kecepatan tumbuh, sekarang yang penting adalah ketahanan untuk bertahan dalam perubahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Efrius, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kepri, menyoroti pentingnya memperkuat ekonomi berbasis industri dan maritim. Menurutnya, letak Batam yang strategis—berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia—adalah peluang emas.
“Batam memiliki 135 galangan kapal, terbanyak di Indonesia. Ini potensi besar untuk memperkuat industri maritim nasional,” ujarnya penuh semangat.

Dari sisi kebijakan ekonomi, I Dewa Gede Natih Bernan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau terus menunjukkan tren positif dan stabil.
“Sejak tahun 2011, pertumbuhan ekonomi Kepri kerap melampaui rata-rata nasional. Tahun 2025 pun, tren perbaikannya masih berlanjut,” jelasnya optimistis.

Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Salah satu peserta dari Palu menyoroti kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi Batam dan ketersediaan lapangan kerja. Para pembicara sepakat bahwa meski Batam belum bisa menyaingi Singapura, kota ini punya potensi besar menjadi mitra ekonomi regional yang saling melengkapi.

Diskusi tersebut dipandu secara menarik oleh Dr. Tubagus Pamungkas, M.Sc., dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Unrika, yang tampil sebagai moderator. Dengan gaya komunikatif dan semangat tinggi, ia berhasil menjaga suasana seminar tetap hidup, interaktif, dan mudah diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.

FMI Ke-17 Jadi Momentum Sweet Seventeen bagi Unrika

Rektor Unrika, Prof. Sri Langgeng Ratnasari, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga sekaligus haru karena Unrika dipercaya menjadi tuan rumah FMI ke-17.
“Rasanya seperti merayakan ulang tahun sweet seventeen. Kami termasuk korwil baru, tapi sudah diberikan amanah besar. Ini kehormatan luar biasa,” ujarnya tersenyum bahagia.

Prof. Sri menjelaskan, rangkaian acara FMI 2025 sudah dimulai sejak 21 Oktober, dengan kegiatan workshop dan gala dinner. Pada 22 Oktober berlangsung seminar nasional, call for paper, rapat pengurus FMI, hingga penutupan yang diisi dengan pengumuman penghargaan seperti best paper, best presenter, peserta terjauh dari Papua, serta peserta tercepat mendaftar.*

Tercatat 1.036 peserta mengikuti kegiatan ini, berasal dari 179 kampus di 31 provinsi dan 87 kota di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 47 kampus menjadi co-host, 180 orang mengikuti call for paper, 297 hadir langsung (luring), dan 739 peserta bergabung secara daring melalui Zoom.

PKM Internasional di Singapura dan Kolaborasi Akademik Antar Kampus

Selain seminar nasional, rangkaian FMI 2025 juga mencakup kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional) yang dilaksanakan di Singapura dengan total peserta mencapai 191 orang. Lokasi kegiatan meliputi Muhammadiyah Islamic College, Marina Bridge, dan Kampung Gelam.

Setelah kegiatan PKM, peserta juga mendapat kesempatan mengikuti wisata edukatif ke Merlion Park, Jewel, dan Sentosa Island, yang menambah nilai pengalaman dan kebersamaan antar peserta.

Dalam momen yang sama, turut dilakukan penandatanganan MOU, MOA, dan IA antara berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Sebanyak 19 kampus menandatangani kerja sama akademik, dan total 46 kampus menjadi co-host. Ini bukti nyata bahwa FMI menjadi ruang kolaborasi dan berbagi antarperguruan tinggi,” jelas Prof. Sri.

Ia menutup sambutannya dengan pesan yang penuh makna:
“FMI harus menjadi wadah yang saling menguatkan. Kampus besar dapat membantu kampus kecil agar tumbuh bersama. Di forum ini, kita belajar, berjejaring, dan maju bersama.”

Kata-kata itu menjadi penutup yang indah bagi acara yang sarat makna dan semangat kebersamaan. Unrika Batam, sebagai tuan rumah, berhasil menunjukkan dedikasi dan kesiapan menjadi bagian penting dari gerakan akademik nasional yang terus mendorong inovasi, kolaborasi, dan kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.(Nursalim Turatea )

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *