KABUPATEN SLEMAN – Kompassindonesianews.com Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), selenggarakan acara ramah tamah puluhan wartawan di warung sate Klatak, Sleman Kamis 30 Oktober 2025.
Acara yang dihadiri puluhan awak media ini, berlansung hangat di warnai dialog seputar isu kebangsaan, media dan kemanusiaan.
” Ketua Bidang Komunikasi dan Digital PKS DPW DIY, Yani Fathur Rahman menyampaikan terimakasih atas kehadiran para wartawan,” ujarnya.
Lanjutnya, kita sengaja memilih warung Klatak ini sebagai bentuk kepedulian kami khususnya PKS terhadap UMKM. Ia menyebut media adalah pilar ketiga demogkrasi dan sinergi, antara media dengan partai politik harus terus dijaga,” kata Yani yang juga anggota DPRD Kabupaten Sleman ini.
” Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi PKS, H. Sukamta menyoroti ancaman serius tentang judi online (judol) yang kini merambah di berbagai lapisan masyarakat dan termasuk penerima bantuan sosial (bansos),” terangnya.
Ini, harus ada evaluasi terhadap penerima bansos, yang justru menyalahgunakan bantuan tersebut untuk judi online. Dan Pemda perlu menertibkan, tapi dengan cara mengedepankan sisi kemanusiaan,” tegas Sukamta.
Ia menilai, persoalan judi online bukan sekadar soal moral dan sosial. Tapi juga menyangkut keamanan siber, dan perlindungan data pribadi.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat rugulasi, pengawasan digital, serta edukasi publik agar tidak mudah terjebak dalam praktik tersebut.
Selain itu, Sukamta juga menyinggung isu internasional yang saat ini krisis kemanusiaan di Palestina, kami mengecam keras agresi militer Israel terhadap warga sipil meski dalam masa gencatan senjata.
Kita bicara tentang kemanusiaan universal, Indonesia seharusnya lebih aktif mengirim pasukan perdamaian dan dukungan nyata untuk rakyat Palestina.
Acara ramah tamah ini menjadi ajang refleksi dan penguatan hubungan antara politisi, media, serta masyarakat. Dialog yang akrab dan terbuka menunjukan bahwa perjuangan membangun bangsa tak hanya berada di ruangan Parlemen, tetapi juga di ruangan publik dan ruang pemberitaan.(Joni)















