https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

247 Siswa Diktukba SPN Polda Jatim Dilepas untuk Latihan Kerja dan Program Live In

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.Com
MOJOKERTOSuasana khidmat menyelimuti Lapangan Catur Prasetya Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, Minggu (2/11/2025) pagi. Sebanyak 247 siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 mengikuti apel pemberangkatan Latihan Kerja (Latja) dan program Live In.

Apel pemberangkatan dipimpin langsung oleh Wakil Kepala SPN Polda Jatim AKBP Dody Indra Eka Putra, S.I.K., M.H., didampingi Kepala Korp Siswa SPN Polda Jatim AKBP Agung Setyono, S.S., M.H., beserta jajaran pengasuh siswa.

Dalam amanatnya, AKBP Dody menyampaikan pesan khusus dari Kepala SPN Polda Jatim Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K., yang menegaskan bahwa Latja dan Live In merupakan tahapan penting yang menghubungkan teori di kelas dengan praktik langsung di lapangan.

“Program ini bukan sekadar formalitas kurikulum, melainkan esensi dari pendidikan Polri,” ujar AKBP Dody.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Latja dan Live In bertujuan agar para siswa dapat mengaplikasikan fungsi teknis kepolisian secara langsung, sekaligus mengasah kepekaan sosial dan empati terhadap masyarakat.

Waka SPN juga memberikan penekanan tegas kepada seluruh siswa agar menjaga marwah institusi dan nama baik almamater SPN Polda Jatim selama pelaksanaan kegiatan.

“Kami titipkan nama baik almamater di pundak kalian. Jaga sikap, etika, dan perilaku. Tidak ada pelanggaran sekecil apapun. Tunjukkan bahwa Batalyon Satria Yana Anucasana adalah calon Bhayangkara yang profesional, humanis, dan berintegritas tinggi,” tegasnya.

AKBP Dody menambahkan, program ini merupakan implementasi dari visi Lemdiklat Polri sebagai Pusat Keunggulan Pendidikan dan Pelatihan.

Ia menilai bahwa pembentukan personel Polri yang ideal tidak hanya ditempuh melalui pembelajaran akademik dan fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek sosial, emosional, dan spiritual.

“Pendekatan berbasis pengalaman nyata seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan jiwa pengabdian dan kedekatan emosional peserta didik dengan masyarakat,” terangnya.

Melalui program Latja, para siswa akan mempraktikkan tugas-tugas teknis kepolisian di lapangan. Sedangkan melalui Live In, mereka akan tinggal dan berbaur langsung dengan warga masyarakat, sebagai upaya menumbuhkan nilai-nilai empati, tanggung jawab sosial, serta kepemimpinan yang humanis.

Program Latja dan Live In ini akan berlangsung mulai 3 hingga 8 November 2025, dengan penyebaran siswa di lima Polres jajaran Polda Jatim, yaitu Polres Blitar Kota, Polres Kediri, Polres Nganjuk, Polres Lamongan, dan Polres Gresik.

Melalui kegiatan ini, SPN Polda Jatim berharap seluruh siswa Diktukba dapat menginternalisasi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya secara kontekstual, serta siap menjadi Bhayangkara muda yang profesional, tangguh, dan berkarakter humanis.(Andi)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *