Toba — KompassIndonesiaNews
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Toba, Muslih SH MM menyambut baik audiensi yang dilakukan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPC Akpersi) Toba. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh dialog konstruktif di kantor Kejari Toba, Kamis (27/11).
Sebagai Kepala Kejaksaan Negeri, Muslih yang baru bertugas di Kabupaten Toba menyampaikan apresiasi atas kunjungan rombongan Akpersi. Ia menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam fungsi kontrol sosial serta penyampai informasi yang akurat kepada masyarakat.
“Kami dari pihak Kejaksaan sangat membutuhkan informasi, terutama terkait penggunaan anggaran negara di berbagai instansi. Setiap laporan yang didukung minimal dua alat bukti pasti akan kami tindak lanjuti,” tegas Muslih.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Toba, Benni Surbakti, turut menyampaikan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan insan pers. Ia bahkan mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Toba dapat menganggarkan program pelatihan dan pendidikan hukum bagi wartawan.
“Teman-teman media harus profesional dan memahami hukum. Usulan pelatihan wartawan akan kami sampaikan ke Dinas Kominfo. Akpersi sebagai wadah wartawan tentu membutuhkan peningkatan kapasitas,” ujar Benni.
Ketua DPC Akpersi Toba, Mangiring Siboro, memberikan apresiasi atas sambutan pihak Kejari. Ia berharap kepemimpinan Kajari yang baru dapat memperkuat penegakan hukum di Kabupaten Toba.
“Kami berharap di tempat tugas yang baru ini, Bapak Kajari dapat memberikan yang terbaik bagi penegakan hukum di Kabupaten Toba sesuai harapan masyarakat,” ucap Mangiring.
Kadiv OKK Akpersi, Robby Pangaribuan, menjelaskan bahwa Akpersi adalah organisasi wartawan nasional yang keberadaannya telah diakui secara resmi.
“Akersi adalah wadah wartawan yang telah ada di seluruh Indonesia. Akpersi Toba bersifat terbuka dan inklusif serta telah terdaftar di Kesbangpol Toba,” jelasnya.
Wakil Ketua Akpersi Toba, Agus Hasudungan Simanjuntak, meminta arahan kepada pihak kejaksaan mengenai tata cara penyusunan laporan pengaduan agar tidak salah prosedur.
“Kami meminta penjelasan terkait langkah-langkah penyusunan laporan berikut lampiran yang dibutuhkan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPC Akpersi, Mathuarar Pangaribuan, menyampaikan bahwa Akpersi juga aktif dalam kegiatan sosial.
“Kami juga mengadakan kegiatan Tali Asih pada 27 Januari 2026, berupa santunan kepada anak yatim piatu, Yayasan Hepata, serta lembaga rehabilitasi di Kabupaten Toba,” ujarnya.
Kabid Investigasi Akpersi Toba, Carles Tambunan, turut menyampaikan keluhan mengenai laporan dugaan kerugian negara yang telah disampaikannya kepada Inspektorat namun belum mendapat respons.
“Beberapa kasus sudah saya laporkan ke Inspektorat, tetapi sampai sekarang belum ada jawaban. Apakah kami bisa langsung membuat laporan ke kejaksaan?” tanya Carles.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara Kejari Toba dan para jurnalis yang tergabung dalam Akpersi. Kolaborasi yang erat diyakini dapat meningkatkan transparansi, edukasi publik, serta pengawasan penggunaan anggaran negara di Kabupaten Toba.
Penulis : Marhuarar Pangaribuan
Editor : Jem’s















