https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Pelayanan Mengaji Anak-Anak di Kampung Jaraja Tetap Berjalan Meski Tanpa Dukungan Pemerintah

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Lebak – Banten. Kompasaindonesianews.com 
Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya perhatian pemerintah, pelayanan pendidikan keagamaan bagi kurang lebih 50 anak-anak di Kampung Jaraja,desa angalan Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, tetap berjalan secara swadaya.

Kegiatan mengaji ini menjadi ruang belajar utama bagi anak-anak untuk mengenal huruf hijaiyah, membaca Al-Qur’an, serta menanamkan nilai-nilai akhlak sejak dini.
Tempat mengaji yang sederhana ini dikelola oleh ibu H Darwati. dengan penuh keikhlasan. Di bantu putra putrinya yang berasal dari warga kampung sendiri yang secara sukarela meluangkan waktu dan tenaga demi memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan agama.

Kegiatan belajar mengaji rutin dilaksanakan setiap sore sehabis magrib dengan jumlah santri yang terus bertambah.
Namun, hingga saat ini kegiatan tersebut belum mendapatkan dukungan nyata dari pemerintah, baik dalam bentuk fasilitas, bantuan operasional, maupun perhatian program pendidikan keagamaan.

Melalui pesan WhatsApp H Darwati kepada awak media mengatakan

“.kami d isini tgl 15 pebruari insyaallah mau mengadakan ihtifalan……sekalian mau mengadakan santunan anak yatim/piatu,” Ujar darwati selasa 3/2/2026

Sarana belajar yang digunakan masih sangat terbatas, seperti alas duduk seadanya dan perlengkapan mengaji yang berasal dari sumbangan masyarakat.
Meski demikian, semangat para pengajar dan antusiasme anak-anak tidak surut.

Orang tua di Kampung Jaraja menyambut baik keberadaan tempat mengaji ini karena dinilai sangat membantu pembentukan karakter dan moral anak-anak di tengah tantangan zaman.
Masyarakat berharap ke depan ada perhatian dan dukungan dari pihak terkait, khususnya pemerintah daerah, agar pelayanan mengaji ini dapat berkembang lebih baik dan berkelanjutan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan pemerataan akses pendidikan keagamaan bagi anak-anak di wilayah pedesaan.

Setiawan

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *