Lampung Timur, Kompassindonesianews – Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam peningkatan kualitas Ketahanan Pangan guna menunjang dan meningkatkan roda perekonomian di sektor pertanian, didukung dengan adanya Gerakan “Gerdal Hati” secara masal (Gobyokan) atau lebih dikenal dengan sebutan Pengendalian Serangan Hama Tikus yang dikomandoi oleh pihak Pemerintah melalui Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holti Kultura Provinsi Lampung, pada Kamis, 5 Februari 2026.
Pengendalian hama tikus sendiri dilakukan guna menekan adanya gangguan atau serangan terhadap tanaman padi yang berpotensi menimbulkan kerusakan yang mengakibatkan kerugian dan gagal panen disektor pertanian. Tikus merupakan hama yang sering menyerang tanaman padi dan menimbulkan kerusakan serta dapat mengurangi hasil produksi yang mengakibatkan kerugian bagi petani, maka pihak Pemerintah melalui Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holti Kultura Provinsi Lampung Lakukan Gerakan Pengendalian Hama Tikus (GERDAL HATI).

Gerakan pengendalian hama tikus dilaksanakan dilahan persawahan seluas kurang lebih 600 Hektar oleh Kelompok Tani Sumber Rejeki yang berada di Desa Sidorahayu, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan “Gerdal Hati” kali ini turut dihadiri oleh Camat Waway Karya, Kasi Trantibum Kecamatan Waway Karya, Forkopimcam, Kepala Desa Sidorahayu, Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan Kabupaten Lampung Timur beserta seluruh anggota Kelompok Tani Sumber Rejeki, bersama Penyuluh Pertanian dari Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holti Kultura Provinsi Lampung.
Angga selaku Ko’ordinator PUPT Kabupaten Lampung Timur berharap dengan adanya kegiatan “Gerdal Hati” yang dilakukan tersebut dapat menekan angka kerugian petani yang diakibatkan oleh serangan hama tikus dan dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
“Semoga setelah dilakukan tindakan pencegahan dan pembasmian ini,dapat mengurangi angka populasi hama tikus disini dan dapat meningkatkan hasil produksi bagi petani, dan tentunya dapat membantu roda perekonomian para petani agar lebih baik kedepannya,” ungkap Angga saat diwawancarai jurnalis Kompassindonesianews.
Gerakan pengendalian tikus kali ini menggunakan metode Gropyokan, yang mana Gropyokan adalah salah satu cara membasmi hama tikus secara gotong royong atau bersama-sama mencari sarang tikus yang ada di sekitar lahan persawahan melalui metode penyemprotan asap khusus pembasmi tikus dan petasan tikus, Selain memusnahkan sarang tikus yang ada di sekitar lahan persawahan, tikus yang keluar dari sarangnya turut dimusnahkan, Hal tersebut dilakukan guna mengurangi populasi tikus di sekitar persawahan.
Camat Waway Karya, H. Syamsul Bahri, S.H., dikesempatan itu menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat khususnya Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holti Kultura Provinsi Lampung yang telah memberikan kontribusi dan perhatian khusus terhadap masyarakat petani di Wilayah Desa Sidorahayu Kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur.
“Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang turut terlibat dalam kegiatan ini, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat membantu para petani terlepas dari gangguan hama tikus yang berpotensi menimbulkan dampak negatif dan kerugian untuk para petani disini,” ungkapnya.
Hal senada turut disampaikan Suyitno selaku Kepala Desa Sidorahayu mewakili masyarakat kelompok tani sumber rejeki, Suyitno mengungkapkan, keresahan para petani ketika menghadapi musim tanam dan musim panen ialah gangguan hama tikus sangat meresahkan bagi para petani.
“Terimakasih kepada semua pihak, khususnya dari pihak Pemerintah Provinsi Lampung melalui Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holti Kultura yang hari ini turun langsung kelokasi dan membantu para petani dalam pembasmian hama tikus ini. Semoga dengan adanya kegiatan ini, bisa membantu dan memberikan manfaat bagi para petani di desa Sidorahayu ini,” ucap Suyitno selaku Kepala Desa Sidorahayu.
Seperti yang diketahui, persoalan hama tikus di sektor pertanian merupakan persoalan yang cukup kompleks untuk diurai dan dihadapi, bagaimana tidak, populasi hama tikus yang memiliki pertumbuhan yang cukup pesat menjadi momok tersendiri bagi para petani. Untuk itu, kegiatan tersebut terlaksana melalui kerjasama yang baik dari pihak Balai Proteksi dan kelompok tani sumber rejeki dalam pengadaan sarana dan prasarana berupa obat pembasmi tikus, belerang dan petasan tikus yang di fasilitasi oleh pihak Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holti Kultura Provinsi Lampung, sementara alat semprot asap sendiri dibeli dan disediakan oleh kelompok tani sumber rejeki degan harapan dapat menjadi kunci utama keberhasilan.
Manfaat kegiatan Gerakan Pengendalian tikus ini adalah dapat menekan dan mengurangi populasi tikus di sekitar lahan persawahan sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik tanpa ada gangguan hama tikus, dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi. Selain itu, kegiatan ini juga dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, kerja sama, dan memperkuat silaturahmi antar anggota Kelompok Tani.
Peran penting pihak Pemerintah melalui kolaborasi yang baik dengan berbagai pihak diharapkan dapat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menekan angka gangguan hama terhadap sektor pertanian ditiap wilayah, khususnya di wilayah Sidorahayu, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur.
#Andi Selagai














