https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

KISAH Syekh Manshuruddin Dan Batu Quran

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

SEJARAH

Syekh Maulana Mansyuruddin atau biasa dikenal Sultan Haji beliau adalah seorang ‘ulama / Sultan ke 7 Banten berdarah bangsawan Banten putra dari Sultan Ageng Tirtayasa dari Banten (Raja Banten ke 6) yang merupakan Penyebar Agama Islam diwilayah Banten Selatan dan di wilayah banten yang lainnya, banten selatan atau kalau sekarang Pandeglang dan sekitarnya. Beliau Berkuasa hingga 1683 – 1687 di Kesutanan Banten.

Sejarah Batu Qur’an

Batu Qur’an ini muncul pertama kali berkaitan erat dengan kisah salah satu ulama’ Banten yang amat terkenal di abad 15 M. Beliau tidak lain adalah Syekh Maulana Mansyur. Dalam versi ini pula di yakini bahwa kemunculan batu qur’an tersebut merupakan lokasi pijakan Syekh maulana Mansyur ketika beliau akan pergi ke tanah suci untuk haji.

Menurut sejarahnya, kala itu beliau hendak ke Makkah dan langkahnya di awali dari lokasi tersebut dengan membaca basmalah saja. kemudian sampailah Syekh Maulana Mansyur di Makkah tanpa melakukan perjalanan darat ataupun laut. Karena berangkat dari sana, maka dalam kepulangannya pun beliau juga muncul dari sana bersamaan dengan air yang tak berhenti mengucur.

Menurut masyarakat setempat, air yang tidak berhenti mengucur tersebut di yakini sebagai air zam-zam. Nah, melihat kucurannya yang tidak mau berhenti, maka syekh Maulana Mansyur pun berkeinginan untuk menghentikannya. Dan untuk memulai usahanya terhadap air tersebut, beliau bermunajat kepada Allah. Hal ini di lakukan dengan sholat dua rakaat di dekat kucuran air.

Selanjutnya, ketika beliau sudah selesai dengan munajatnya, turunlah petunjuk agar Syek Maulana Mansyur menutup kucuran air dengan Al-Qur’an. Akhirnya, atas izin Allah kucuran air pun berhenti dan berubahlah menjadi batu. Karena itulah di namakan dengan batu Qur’an yang hingga sekarang airnya tidak pernah kering.

Wallahu A’lamu Bisshowab.
Sekedar berbagi
Semoga bermanfaat
Wassalam..

Mursalih

#ulamabanten
#waliallah
#karomahparawali
#kisahparawali

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *