https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Mengenang 40 Hari Wafatnya Almarhum KMS. H. Abdul Halim Ali bin KMS. Muhammad Ali, Tokoh Nasional dan Ulama Hadiri Doa Bersama

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kompassindonesianews.com
Palembang — Kegiatan mengenang 40 hari wafatnya Almarhum KMS. H. Abdul Halim Ali bin KMS. Muhammad Ali berlangsung khidmat di Graha Dakwah Al-Halim, Ahad malam Senin (15 Maret 2026), bertepatan dengan 25 Ramadhan 1447 H.

Almarhum yang lahir di Palembang, 19 September 1938 dan wafat pada 22 Januari 2026, dikenal sebagai sosok dermawan, tokoh masyarakat, serta penggerak dakwah dan kegiatan sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Menteri Agama RI ke-21 Said Agil Husin Al Munawar pada era Presiden Megawati Soekarnoputri, Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, serta mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki yang mendampingi Alex Noerdin.

Turut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, bersama Hatta Rajasa yang pernah mendampingi Prabowo Subianto dalam Pemilu 2014. Selain itu, hadir pula ulama Muhammad Rizieq Shihab.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum mempererat persatuan dan silaturahmi.

“Kita jangan mudah diadu domba. Kita harus tetap bersatu, karena dengan persatuan bangsa Indonesia tidak mudah dipecah belah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai Bhinneka Tunggal Ika serta menyikapi perbedaan secara rasional.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Muhammad Rizieq Shihab mengenang kedekatannya dengan almarhum.

“Beliau sosok dermawan, membantu habib, ulama, kaum dhuafa, fakir miskin, hingga pesantren. Beliau adalah contoh dari kerja keras hingga menjadi pengusaha sukses,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa sosok KMS. H. Abdul Halim Ali patut menjadi teladan dalam kepedulian sosial dan perjuangan membantu masyarakat.

“Semoga Allah SWT memuliakan beliau, mengampuni segala kesalahannya, dan menerima seluruh amal kebaikannya,” tambahnya.

Kegiatan dihadiri ratusan jamaah dari Kota Palembang dan sekitarnya yang turut mendoakan almarhum serta mempererat silaturahmi di bulan suci Ramadhan.

Adapun rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin oleh Ust. Muhammad Faizul Haromain, dilanjutkan tahlil dan zikir oleh Ust. Ubaidillah Al-Kaf, serta doa oleh Habib Umar Abdul Aziz, dengan pemandu acara Habib Gasim.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan sambutan dan tausiyah, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Husni Mubarok. Adzan dikumandangkan oleh Ust. Mardi, sementara shalat Maghrib berjamaah dipimpin oleh Ust. H. Rasyid Sidik Al-Hafidz bersama Ust. Adian, putra dari KH. Nawawi Dencik di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo.

Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan ditutup dengan doa.

Perwakilan keluarga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para tamu dan doa yang diberikan.

“Semoga Allah SWT mengampuni dan memuliakan almarhum di sisi-Nya,” ungkap keluarga.

Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya amal kebaikan, kepedulian sosial, serta menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

(Komarudin)

Kontributor Lapangan : Asnawi – Awek

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *