https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Hadiri Syawalan Bersama Pemkab Sleman, Gubernur Sri Sultan Hamengku Bowono X Ajak Masyarakat Mawas Diri

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Gubernur Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bersama Wakil Gubernur DIY Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, melaksanakan syawalan bersama jajaran pejabat pemerintah Kabupaten Sleman bertempat di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Senin 6 April 2026.

Kedatangan orang nomor satu di DIY beserta rombongan ini disambut langsung oleh Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, yang juga didampingi Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman.

” Pada kesempatan tersebut, Bupati Kabupaten Sleman juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh tamu yang ada.

Momentum syawalan ini, menjadi kesempatan bagi kita semua untuk saling memaafkan sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” ujar Bupati Harda Kiswaya.

Lanjutnya, ia menegaskan komitmen pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.” Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan akan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan aparatur yang profesional, berintegritas, serta mampu merespon dinamika secara cepat dan tepat.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan pelayanan publik bukan sekadar rutinitas tetapi merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, saya terus mendorong peningkatan kapasitas ASN agar menjadi insan yang profesional dan berintegritas,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Harda Kiswaya, juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara pemerintah Daerah, pemerintah Provinsi, serta seluruh prmangku kepentingan dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Sleman,” tutup Bupati Harda Kiswaya.

” Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan bahwa nilai – nilai yang diperoleh selama bulan suci Ramadhan seharusnya terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Ia menuturkan bahwa momentum syawalan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai keikhlasan, kesabaran, serta kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan.

” Dengan semangat Idul Fitri, kekusutan hubungan antar sesama akan diurai kembali, saya berharap syawalan ini menjadi telaga spiritual yang mencerahkan hati dalam menjalankan ketugasan,” tambah Sri Sultan.

Kemudian Gubernur, juga memberikan arahan agar semangat Idul Fitri bisa menjadi dorongan batin dalam menghadapi berbagai tantangan serta pentingnya prinsip ” Mulat Sariro, Jumangkah Jantraning Laku ” yakni selalu mawas diri dalam setiap pengambilan kebijakan.

Sudah selayaknya kita mampu berpikir jernih dan empatik, karena bagi orang – orang yang arif, ia akan takut melanggar berbagai aturan dan norma yang ada, seiring prinsip Mulat Sariro, Jumangkah Jantraning Laku,” tuturnya.

Kegiatan syawalan ini ditutup dengan proses jabat tangan antara Bupati Harda Kiswaya, beserta seluruh jajaran Pemkab Sleman dengan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, sebagai simbol keharmonisan dan sinergi antar pemerintah daerah.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *