Wonosobo–Kompassindonesianews.com Dugaan perusakan kawasan hutan lindung kembali mencuat di wilayah Dataran Tinggi Dieng. Aktivitas mencurigakan dilaporkan terjadi di kawasan hutan lindung petak 9 yang masuk wilayah Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
Informasi yang dihimpun awak media pada Jumat, 8 April 2026 di lokasi tersebut mengungkap adanya indikasi kerusakan hutan akibat aktivitas pembukaan jalur lintasan jeep wisata. Kegiatan ini diduga dilakukan menggunakan alat berat jenis excavator.

Saat melakukan penelusuran, tim investigasi pelestarian hutan lindung menemukan bekas cakaran alat berat di area hutan petak 9. Jejak tersebut membentang sepanjang kurang lebih 25 meter dengan ketinggian mencapai sekitar 170 meter, serta terlihat jelas adanya lintasan off-road yang diduga digunakan untuk wisata jeep.
Di lokasi yang tidak jauh dari titik temuan, awak media sempat mewawancarai seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya. Ia mengungkapkan bahwa aktivitas alat berat memang pernah terlihat di kawasan tersebut.
“Di sini memang pernah terlihat bego (excavator) membuat lintasan jeep, mungkin untuk kepentingan wisata, beberapa bulan lalu sekitar akhir tahun 2025. Kalau bulannya saya lupa,” ungkapnya.
Warga tersebut juga menambahkan bahwa pembukaan jalur itu diduga melibatkan penebangan pohon cemara di kawasan hutan lindung.
“Dulu juga ada pohon cemara yang dirobohkan. Jumlah pastinya saya tidak tahu. Tapi kalau tidak menebang pohon, memang tidak bisa membuat lintasan dan area parkir, karena jarak antar pohon hanya sekitar 2 sampai 3 meter,” imbuhnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi telah dilakukan tim media ke kantor Perhutani Kedu Utara di Wonosobo. Namun, pejabat yang berwenang, yakni Asper Perhutani, tidak berada di tempat. Awak media hanya ditemui oleh seorang mantri perhutani yang tidak bertugas di wilayah Dieng, sehingga tidak dapat memberikan penjelasan secara rinci.
Dalam keterangannya, mantri tersebut hanya menyampaikan informasi yang belum dapat diverifikasi terkait latar belakang pimpinan di wilayah tersebut, termasuk dugaan adanya kedekatan dengan kalangan pejabat.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai pihak yang bertanggung jawab atas dugaan perusakan hutan lindung di petak 9 Dataran Tinggi Dieng. Kasus ini pun memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: siapa aktor intelektual di balik rusaknya kawasan hutan lindung tersebut?
Setiawan














