https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Tekanan Publik Menguat, Oknum Kadus 3 Pilih Mundur dari Jabatan

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Banjarnegara, – Kompassindonesianews.com Tuntutan yang disuarakan oleh Aliansi Masyarakat Gununggiana akhirnya membuahkan hasil. Oknum Kepala Dusun (Kadus) 3 resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah menjadi sorotan publik terkait dugaan tindakan tidak pantas yang menimbulkan keresahan di masyarakat. 6 Mei 2026

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan bahwa oknum Kadus tersebut diduga masuk secara diam-diam tanpa izin ke rumah dinas seorang bidan desa. Peristiwa itu terjadi pada siang hari sekitar pukul 11.00 WIB, pada 7 April 2026.

Kejadian tersebut semakin mengkhawatirkan setelah oknum Kadus kepergok oleh anak sang bidan yang saat itu berada sendirian di dalam rumah. Diduga panik, oknum tersebut melarikan diri dengan cara melompat dari jendela dan kabur menggunakan sepeda motor. Insiden ini menimbulkan ketakutan mendalam bagi anak bidan serta memicu keresahan di lingkungan masyarakat.

Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Aliansi Masyarakat Gununggiana kemudian bergerak membela bidan desa yang telah mengabdi selama 26 tahun. Mereka mendesak adanya tindakan tegas serta meminta oknum Kadus 3 untuk bertanggung jawab atas perbuatannya.

Aksi massa dan pernyataan sikap digelar di halaman Kantor Desa Gununggiana sebagai bentuk tekanan moral kepada pihak terkait. Masyarakat menilai tindakan tersebut tidak hanya melanggar norma, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman, khususnya bagi tenaga kesehatan yang seharusnya mendapatkan perlindungan.

Setelah melalui rangkaian aksi dan desakan dari masyarakat, oknum Kadus tersebut akhirnya menyatakan pengunduran dirinya. Pernyataan tersebut disampaikan melalui Kepala Desa Gununggiana, Soekarjo.

“Ya, jadi ini memang keputusan dari beliau untuk mengundurkan diri karena masyarakat juga sudah menolak beliau sebagai pejabat publik. Harapannya, jika ada permasalahan warga, bisa dikomunikasikan sehingga dapat diselesaikan secara bijak,” ujar Soekarjo kepada awak media.

Keputusan ini disambut masyarakat sebagai langkah awal menuju pemulihan rasa aman dan kepercayaan di lingkungan desa. Aliansi Masyarakat Gununggiana menyatakan akan terus mengawal proses ini agar berjalan transparan dan adil.

Mereka juga berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Sementara itu, pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah lanjutan guna memastikan perlindungan terhadap korban serta penegakan aturan yang berlaku.

Setiawan

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *