https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten Sleman, Sebagai Motor Utama Penggerakan Ekonomi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sleman, Triana Wahyuningsih, menjelaskan bahwa kinerja investasi di wilayahnya menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif dan konsisten.

Capaian pada triwulan I tahun 2026 ini bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi nyata dari meningkatnya kepercayaan para investasi terhadap stabilitas ekonomi daerah, kualitas infrastruktur, serta potensi pasar yang terus berkembang pesat di Bumi Sembada,” kata Triana Wahyuningsih, saat jumpa awaka media Kamis 7 Mei 2026.

Lanjutnya, berdasarkan data resmi yang dirilis DPMPTSP, total realisasi investasi di Kabupaten Sleman pada triwulan I tahun 2026 berhasil menembus angka Rp.1.151.070.599.682. Nilai investasi yang fantatis tersebut, berasal dari aktivitas 2.637 proyek investasi yang tersebar di berbagai wilayah,” tututnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan keberhasilan ini mencatatkan pertumbuhan tahunan atau year-on year (YoY) yang sangat impresif sebesar 16,60 persen kalau dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp.987 miliyar.

” Jika ditinjau secara quarter-on-quarter (QoQ), lonjkan performa investasi Kabupaten Sleman bahkan jauh lebih drastis. Pertumbuhan mencapai angka 93,29 persen, jika dibandingkan dengan capaian triwulan IV tahun 2025 yang saat itu hanya membukukan nilai sebesar Rp.595 miliyar.

Triana melanjutkan bahwa kinerja ini, menjadi fondasi awal yang kuat dalam mendukung pencapaian target investasi tahunan.

Capaian realisasi investasi Kabupaten Sleman, pada triwulan I tahun 2026 menunjukkan arah pertumbuhan yang positif dan konsisten,” tambahnya.

Prestasi ini pun mengukuhkan posis utama penggerakan ekonomi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kontribusi realisasi investasi Kabupaten Sleman menyumbang 57 persen dari total capaian investasi DIY yang berada di angka Rp.2,014 triliun. Hal ini mengindikasikan bahwa Kabupaten Sleman, masih menjadi tujuan investasi utama di wilayah DIY.

” Dilihat dari komposisi sumber modalnya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih memegang peran terbesar dengan nilai realisasi mencapai Rp.638.706.696.710 yang mencakup 2.306 proyek investasi. Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) juga memberikan kontribusi signifikan sebesar Rp.512.363.902.972 dari total 331 proyek investasi.

” Keseluruhan aktivitas ekonomi ini memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat setempat, dimana realisasi investasi tersebut mampu menyerap sebanyak 3.438 tenaga kerja lokal.

Triana menekankan untuk sektor penanaman modal asing, ia mencatat ada lima negara yang memberikan kontribusi terbesar bagi Kabupaten Sleman.” Peringkat pertama di tempati oleh Kepulauan Virgin Inggris, dengan nilai investasi mencapai Rp.442.457.917.735.

Triana, juga menyebutkan bahwa kehadiran investasi ini menunjukkan peran investor asing sebagai faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama dalam pembiayaan proyek berskala besar dan transfer teknologi.

Secara sektoral, industri lainnya yang meliputi sektor furnitur, alat olahraga, hingga peralatan kedokteran menjadi penyumbang nilai investasi terbesar dengan angka Rp.449.884.492.300.

Lalu di sektor – sektor lain yang masuk dalam lima besar adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi senilai Rp.175,1 miliyar, hotel dan restoran sebesar Rp.138 miliyar, jasa lainnya Rp.129,9 miliyar, serta perdagangan dan reparasi sebesar Rp.124 miliyar.

Namun, jika dilihat dari sisi kepeminatan berdasarkan jumlah proyek, sektor perdagangan dan reparasi mendominasi dengan 865 proyek, diikuti oleh sektor jasa lainnya sebesar 531 proyek.

” Keberhasilan Kabupaten Sleman dalam menarik minat investasi, tak lepas dari komitmen dalam melakukan digitalisasi layanan perizinan yang responsif dan transparan.

Kepala Kadis juga menekankan bahwa seluruh proses perizinan dan non-perizinan di DPMPTSP Kabupaten Sleman, kini sudah dilakukan secara online. Sistem pelayanan berbasis elektronik ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga akuntabilitas.

Ia menyebut, digitalisasi layanan menjadi salah satu pilar utama dalam strategi ini. Melalui pemanfaatan teknologi informasi, proses perizinan dan non-perizinan menjadi lebih cepat, mudah, dan terintegrasi,” tambah Kadis.

Penggunaan sistem meliputi OSS RBA untuk perizinan berusaha, SIMBG untuk PBG atau SLF, MPPD untuk sektor kesehatan, serta SINOM untuk urusan non-perizinan. Tentu langkah ini juga dibarengi dengan penyederhanaan Standar Operasi Prosedur (SOP), guna memangkas alur birokrasi dan memberikan kepastian waktu bagi pelaku usaha.

” Fokus pemerintah Kabupaten Sleman tidak hanya pada proyek skla besar, tetapi juga penguatan Usaha Mikro Kecil (UMK).Sampai dengan 30 April 2026, jumlah penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi UMK mencapai 109.157 NIB, atau sudah mencapai 99 persen dari total 110.745 UKM yang tercatat dalam data daerah. Ya secara total, jumlah NIB yang terbit baik UMK maupun non UMK di Kabupaten Sleman mencapai 110.926 dokumen.

Ke depan, DPMPTSP telah memetakan potensi investasi strategis yang siap di kembangkan. Salah satu yang paling potensial, adalah pengembangan destinasi di kawasan Prambanan sebagai dampak adanya pintu tol yang menjadi hubungan wisata strategis DIY- Jawa Tengah.

Selain itu, agrowisata Kaliurang dengan panorama alam vulkaniknya tetap menjadi unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Wilayah Sleman Barat, seperti Sendangarum, Sumberahayu juga menjadi perhatian khusus untuk di kembangkan sebagai kawasan wisata edukasi hortikultura berbasis greenhouse,” tutupnya.

(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *