https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Warga perumahan Bukit Cikasungka RW 09 Melaksanakan Korve dan Penanaman pohon dalam Rangka Revolusi Mental untuk Suka Menanam

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

CikasungkaKompassindonesianews.com – Pohon adalah makhluk hidup sejuta manfaat. Seluruh bagiannya sangat berarti untuk kehidupan manusia. Pohon memberi oksigen melalui metabolismenya dan mengeluarkannya melalui daun, memberikan bahan bangunan kayu dengan batangnya, memberikan makanan melalui buahnya, dan dapat mencegah banjir, mencegah longsor dengan akarnya.

Keberadaannya sangat berarti bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi. Akan tetapi, faktanya? masih banyak juga yang tidak menyadari manfaat pohon. Banyak orang yang menebangi pohon di hutan secara beringas, ataupun meratakannya dengan aspal dan menggantinya dengan bangunan-bangunan, tetapi tidak menanamnya kembali.

Ketua RW 09 Bambang Sugeng Bersama para ketua RT serta anggota karang taruna RW 09 dan Warga Perumahan Bukit Cikasungka mengatakan, masyarakat harus membangun mental untuk mau memeliharan dan menanam pohon. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari Revolusi Mental.

“Marilah kita rubah mental kita yang suka menebang pohon, membiarkan tanaman terlantar itu menjadi manusia yang suka menanam,” ujar Bambang sugeng saat melakukan kegiatan kerjabakti (Korve) dan penanaman pohon di lingkungan perumahan Bukit Cikasungka, Desa Cikasungka Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang, pada Minggu (17/05/2026

Sementara itu Tokoh Agama setempat Ustadz H. Sarifudin Hasibuan menyampaikan langkah kita hari ini sudah benar karena menanam pohon sama dengan menanam kebaikan di muka bumi. Menurutnya, pohon yang memproduksi oksigen akan bermanfaat bagi kehidupan bagi semua mahkluk hidup di bumi.

“Jadi kalau kita menanam pohon dan pohonnya memproduksi oksigen, yang lewat menghirup udara oksigen dari tanaman yang kita tanam itu amal jariyah, menghidupi jutaan orang.

Karenanya, menurut Ustadz H. Sarifudin Hasibuan yang biasa di sapa pak Haji Hasibuan menyampaikan revolusi mental agar suka menanam pohon harus dilakukan demi kehidupan manusia lebih baik di masa kini dan masa depan. Saya pribadi sangat setuju apa yang dilaksanakan warga pagi hari ini, Mari kita bersama mulai Membangun pemukiman kita agar asri & bersih, oleh karena itu, ini adalah cermin masyarakat yang cinta kedamaian

“Melalui revolusi mental, mari kita ubah pola pikir kita yang selama ini tidak peduli dengan kesadaran menanam, menebang dan merusak habitat tanaman itu, kita rubah menjadi orang yang cinta menanam,” ujarnya.

Sementara Syafrudin, SM Pemuda pemerhati dan peduli Lingkungan mengatakan, di perumahan Bukit Cikasungka ini, kita harus bisa meningkatkan mentalnya untuk lebih banyak menanam pohon, yang dapat juga menahan abrasi di sekitar kita khususnya perumahan Bukit Cikasungka ini.

“Apalagi di bukit Cikasungka ada salah satu pohon untuk perlindungan abrasi yang sangat handal yaitu Pohon Matoa dan pucuk merah itu sudah dikenal masyarakat luas. Karena itu saya mengajak warga Perumahan untuk bisa menjadi sentral pusat gerakan revolusi mental untuk suka menanam, demi terciptanya lingkungan yang Asri”

Terimakasih untuk kebersamaan kita hari ini, senantiasa kita semua Kompak dan Apa yang kita lakukan hari ini menjadi Amal ibadah buat kita semua, tutupnya.

Penulis: (Rd)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *