https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg
Berita  

Puncak Acara Hari Jadi ke -110 Kabupaten Sleman, Dihadiri Ribuan Masyarakat

https://kompassindonesianews.com/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-14-at-13.38.09.jpeg

Kabupaten SlemanKompassIndonesianews.com Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan upacara peringatan hari jadi ke -110, bertempat di Lapangan Dengung Kabupaten Sleman, Sabtu 23 Mei 2026. Acara puncak peringatan hari jadi ini dihadiri secara lansung oleh Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang sekaligus bertindak sebagai panghageng upacara.

” Kegiatan peringatan hari jadi ke -110 ini di awali prosesi napak tilas, Bedhol Projo dari Pendopo Ambarukmo menuju Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman dan dilanjutkan dengan prosesi kirab Pusaka Tombak Kyai Turunsih, menuju Lapangan Denggung.

” Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sleman beserta seluruh jajarannya, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Sleman, jajaran Forkopimda, serta para tamu undangan dan segenap warga Kabupaten Sleman turut menyaksikan seluruh rangkaian prosesi peringatan hari jadi Kabupaten Sleman yang dipusatkan di Lapangan Denggung.

” Dalam sambutannya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan bahwa peringatan hari jadi ini hendaknya tidak berhenti sebagai seremonial penambahan usia semata.

Momentum ini harus menjadi ajang mulat sarira sebuah refleksi mendalam untuk melihat kembali apa yang telah dijalani, meneguhkan hal – hal yang perlu diperbaiki, serta melangkah bersama menuju Kabupaten Sleman yang lebih baik,” ujarnya.

” Hari jadi ini harus menjadi saat untuk mulat sarira, melihat kembali apa yang telah dijalani, meneguhkan apa yang harus diperbaiki, dan melangkah bersama menuju Kabupaten Sleman yang sejahtera, lestari, dan bermartabat,” tambah Sri Sultan HB X.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya tema hari jadi tahun ini, yakni ” Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman “. Tema tersebut membawa pesan mendalam bahwa membangun Kabupaten Sleman tidak cukup hanya dengan mengejar kemajuan lahiriah atau fisik semata, melainkan harus disertai dengan ketenteraman batin, welas asih, dan menjaga akar budaya lokal agar tidak hilang di tengah arus modernisasi.

” Selain itu, orang nomor satu di DIY ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Sleman untuk terus gumregah, gumregut, dan sengkud (bangkit bergerak penuh semangat dan bekerja keras) dalam berkarya demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman, bangsa dan negara,” tutup Sri Sultan HB X.

Kegiatan upacara peringatan hari jadi ke -110 Kabupaten Sleman kali ini, diisi dengan penampilan tari kolosal yang diperagakan oleh seluruh seniman yang ada di Kabupaten Sleman, dan diakhiri dengan pelepasan burung Jalak Kebo oleh Bupati Kabupaten Sleman, Harda Kiswaya, bersama Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, dan jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman.(Joni)

NATAL-ANDI-SUHAY-II

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *